Jun 21, 2022

Moda Transportasi Beragam, Mudahkan Masyarakat dan Wisatawan Melakukan Perjalanan Padang - Mentawai

Engga ada nasi padang di Padang, melainkan Nasi Kapau. Namun kali ini mamang tidak akan gibahin makanan khas padang, melainkan gibahin konektivitas transportasi Padang-Mentawai yang mendukung distribusi logistik, dan memudahkan masyarakat serta wisatawan melakukan perjaanan.

Baiklah, mamang akan mulai dari awal perjalanan ke Padang dengan menggunakan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan jadwal penerbangan pukul 05.30 pagi. Karena mamang berangkat dari Bogor, jadi mamang bangun pagi buta pukul 01.00 pagi, dan segera berangkat ke Terminal Damri Bogor, hingga perjalanan Damri dimulai pada pukul 02.00.

Suasana Bogor yang sepi di pagi hari, tapi tidak pada Bus Damri, karena banyak juga yang memilih penerbangan pagi. Tarif Damri dari Bogor ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni Rp120.000/orang, dengan waktu perjalanan sekitar +/- 1 jam, cukup worthy. Jadi sampai di Bandara sekitar pukul 03.00 masih ada waktu untuk check in bagasi, shalat subuh dan rehat sejenak.


Padang, Gerbang Utama Menuju Kepulauan Mentawai

Sebelum menuju Kepulauan Mentawai, maka perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Minangkabau, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Sesampainya di Bandara Internasional Minangkabau, seketika mata tertuju pada bentuk atap Bandara dengan segitiga runcing pun ornamen khas nya, dan saat mencoba berjalan ke parkiran, melihat atap runcing tidak hanya pada bangunan bandara, melainkan rumah dinas sampai rumah penduk. Berarti perjalanan mamang tidak meleset, karena mamang benar-benar ada di Padang.

Perut sedikit keroncongan, seketika terbayang rendang di pikiran. Tapi selow dulu, lidah dan perut butuh penyesuaian, hingga akhirnya mamang memilih makan nasi goreng yang ada di warung makan sekitar Bandara.

Kenyanglah sudah, dan mamang melihat jalur ke Stasiun Kereta Bandara. Tidak menunggu lama, langsung bergegas ke Stasiun Kereta Bandara Internasional Minangkabau.

Kemegahan Stasiun Kereta BIM sungguh memesona, hasrat untuk mengabadikan langsung terpancarkan, dan tangan menekan tombol kamera untuk ambil setiap sudut kemegahannya. Ehh, tapi sebelum masuk, kita harus bayar tiket kereta dulu, dimana untuk perjalanan dengan Kereta Bandara tarifnya Flat Rp10.000,-. Pemesanan tiket kereta Bandara bisa menggunakan KAI Access, atau langsung ke Loket.

Stasiun Kereta Bandara Internasional Minangkabau


Kereta Bandara sebagai angkutan mobilitas dan wisata.

Sebelum mamang melanjutkan perjalanan, mamang mau infoin bahwa Kereta Bandara di Padang selain sebagai angkutan untuk penumpang yang hendak turun dari Bandara Internasional Minangkabau, angkutan harian untuk masyarakat sekitar, juga banyak yang menjadikan Kereta Bandara sebagai angkutan untuk berwisata. Tidak heran, jika pada akhir pekan suka banyak rombongan, dan wisatawan yang naik Kereta Bandara, juga bisa jadi bahan edukasi untuk anak-anak.

Nah, saat di Stasiun Kereta BIM, juga terdapat kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, dan sempat bertemu pegawai balai, hingga mamang tahu bahwa tugas mereka yakni melaksanakan peningkatan dan pengawasan prasarana, angkutan, dan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat. Kemudian ada hal menarik pada wilayah kerjanya, dimana Sumatera Barat mempunyai sejarah perkeretaapian paling tua di Indonesia sejak jaman Belanda. Banyak jalur kereta yang pernah dibangun pihak Belanda untuk distribusi hasil bumi seperti kopi, cengkeh, hingga bahan bakar seperti batu bara, sehingga jalur perkeretaapian di Sumatera Barat mendapatkan penghargaan dari UNESCO (OCHS).

==

Perjalanan dilanjutkan dari Stasiun Kereta BIM dengan tujuan ke Stasiun Pulau Aie, sebagai stasiun terakhir yang aktif beroperasi saat ini. Pilih tujuan Stasiun Pulau Aie karena dekat dengan Pelabuhan Muaro sebagai salah satu pelabuhan untuk penyebrangan dari Padang - Mentawai, dan perjalanan selanjutnya dilakukan dari Pelabuhan Muaro ke Pelabuhan Tuapejat dengan Kapal Mentawai Fast, dengan waktu yang ditempuh sekitar 3,5 jam dengan tarif Rp300.000,-.


Moda Transportasi dari Padang ke Mentawai yang Beragam

Konektivitas transportasi yang dihadirkan Kementrian Perhubungan dari Padang ke Mentawai sangat dibutuhkan bagi wisatawan, begitupun bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan dari Padang ke Mentawai, ataupun sebaliknya.

Maka dari itu, konektivitas transportasi antar pulau jadi perhatian Kementrian Perhubungan.

Ada berbagai pilihan bagi kamu yang akan melakukan perjalanan dari Padang ke Mentawai.

1. Penyebrangan dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Ambu-ambu

Kamu bisa naik Kapal KMP Ambu-ambu dari Pelabuhan Teluk Bungus, dengan tarif Rp97.000/orang dengan waktu tempuh +/- 12 jam.



2. Penyebrangan dengan Tol Laut Kapal Perintis Sabuk Nusantara 68

Kamu bisa naik Kapal Perintis Sabuk Nusantara dari Pelabuhan Teluk Bayur dengan tarif sekitar Rp15.000-Rp25.000 /orang, dengan waktu sekitar +/- 10 jam



3. Penyebrangan dengan Mentawai Fast

Kamu bisa naik Kapal Mentawai Fast dari Pelabuhan Muaro dengan tarif Rp300.000/orang dengan waktu sekitar 3,5 jam



4. Penerbangan dengan Pesawat Caravan - SusiAir

Atau bisa juga naik Pesawat Caravan milik SusiAir dari Bandara Internasional Minangkabau ke Bandara Rokot - Sipora, dengan tarif sekitar +/- Rp360.000 - Rp380.000 perorang, dengan waktu +/- 35 menit.



noted: untuk perjalanan ke setiap pelabuhan bisa menggunakan angkutan kota (angkot dari terminal atau Pasar Raya Padang)

Jadi, kalau kamu hendak ke Kepulauan Mentawai, bisa sesuaikan dengan waktu perjalanan serta budget yang dimiliki untuk pilih naik jalur laut ataupun jalur udara.


Kepulauan Mentawai sebagai destinasi wajib turis mancanegara

Jangan heran, jika di perjalanan dari Padang ke Mentawai banyak turis mancanegara yang jadi penumpang, karena mereka mengincar ombak yang menantang di Mentawai untuk menantang dirinya melakukan Surfing. Sehingga di bagasi akan banyak papan surfing yang dibawa para turis.

Pantai Aloita
sumber @sigit_sugiyono

Pantai Mapadegat


Tak kalah dari ombaknya, pantai di Kepulauan Mentawai juga cukup menggoda diri, karena keindahannya serta kejernihan air laut yang membiru. Sehingga wisatawan dalam negeri juga wajibun untuk menikmati hari-hari di Kepulauan Mentawai.

Karena waktu yang tidak cukup banyak, dan baru pertama kali perjalanan ke Kepulauan Mentawai, dan transportasi yang mumpuni ada di Pulau Sipora, hingga mamang menginap di Pulau Sipora dekat Pantai Mapadegat.


Di depan penginapan, ilalang dan tingginya pohon kelapa yang berjejer jadi pemandangan yang menarik, hingga senja berteriak dan menjadikan kami untuk menghampirinya, ternyata Pantai Mapadegat tepat di depan penginapan.


Konektivitas Transportasi di Sipora - Mentawai

Sipora sebagai pulau, dan Tuapejat sebagai pusat kabupaten Kepulauan Mentawai. Transportasi di Sipora sebelumnya hanya sepeda motor, dan kehadiran Damri yang diresmikan pada 18 Januari 2022 menjadikan masyarakat sekitar memfavoritkan Damri sebagai angkutan utama.

Armada Damri menunggu anak sekolah di Tuapejat

Adapun yang paling menarik, bahwa masarakat tidak menyebut Damri, melainkan TAYO, dan tak dapat dipungkiri saat ini Damri di Tuapejat sebagai angkutan yang siap-siaga mengantarkan para pelajar ke sekolahnya, hingga jadwal perjalanan Damri disesuaikan dengan jam berangkat dan pulang sekolah.

Masyarakat di Tuapejat saling mengenal satu sama lain, sehingga Supir Damri akan tahu siapa yang belum naik atau masuk ke Damri saat jam berangkat sekolah, dan Supir akan menunggu anak-anak hingga semua terangkut untuk diantarkan ke setiap sekolahnya. Asik banget kan.


Saat ini Damri yang tersedia di Sipora ada 2 armada dengan tujuan Tuapejat - Rokot, dan sebaliknya, dengan jarak yang bisa ditempuh Damri saat ini baru 45 KM dari total jalan di Sipora 77 KM. Tarif Damri pun cukup terjangkat, yakni Rp6000 untuk pengguna Dewasa, dan Rp3000 untuk anak sekolah.


Bandara Rokot Baru di Rokot-Sipora.

Transportasi udara dari Mentawai saat ini hadir di Rokot, Sipora, dengan tujuan Padang, dan pesawat yang tersedia baru pesawat Caravan SusiAir dengan 12 penumpang.

Saat ini Bandara Rokot baru masih dalam pembangunan, dimana bandara Rokot lama yang luasnya 850 m, dan di Bandara Rokot Baru luasnya 1500 m, sehingga kedepannya tidak hanya pesawat Caravan saja yang bisa masuk di Bandara Rokot Rokot, melainkan juga pesawat ATR yang muatan penumpang lebih banyak, dan bagasi yang lebih luas. Kemudian akan tersedia pesawat Hercules untuk pengangkutan penumpang jika terjadi bencana di Pulau Sipora.

Pembangunan Bandara Rokot Baru - Sipora


Pembangunan Bandara Rokot baru saat ini sudah mencapai 77% untuk area udara (landasan), dan 25% untuk area darat (area terminal, dan parkir), dan rencananya Bandara Rokor Baru akan diresmikan pada Agustus 2022 mendatang.

Transportasi udara sangat dibutuhkan bagi masyarakat, begitupun wisatawan. Namun karena pada pesawat caravan muatannya tidak banyak, dan kapasitas bagasi juga kecil, sehingga wisatawan mancanegara lebih memilih transportasi laut dengan kapal cepat dari pada transportasi udara, karena mayoritas wisatawan mancanegara ke Mentawai pasti bawa papan Surfing.

Nah, dengan pembangunan Bandara Rokot Baru, pariwisata Mentawai akan lebih luas lagi dengan banyaknya wisatawan yang lebih mudah menggunakan Pesawat dari Padang ke Mentawai. Begitupun jika pariwisata di Mentawai sudah maju, maka ekonomi masyarakat di Mentawai bisa berkembang lagi.

Sungguh konektivitas transportasi yang dihadirkan Kementrian Perhubungan memang sangat dibutuhkan bagi kelancaran mobilitas, serta kemajuan pariwisata dan berkembangnya ekonomi masyarakat.

==

Sebagai penutup, mamang mau kasih tahu sedikit dan banyak kenikmatan hakiki saat perjalanan Padang-Mentawai.

Karena lidah ini selalu bergejolak dan inginnya bergoyang, selama perjaanan seminggu mamang cukup menikmati dengan berbagai masakan minang, kuahnya kental, rempahnya yang kaya tercampur dengan sempurna, hingga bumbu dari masakannya terus menggoyang lidah hingga mamang merasakan kesenangan hakiki karena menikmatinya.

Cukup sekian Gibahan mamang kali ini, sampai ketemu pada gibahan berikutnya. Salam.



Share:

0 komentar:

Post a Comment