Mar 8, 2020

PRUCinta, Bukan Sekedar Cinta Biasa

Kalau ditanya apa yang akan kita tinggalkan untuk keluarga atau orang yang kita cinta jika kita sudah tiada? Jawabannya pasti beda-beda, dan saat menjawab pertanyaan itu rasanya minder kalau kita hanya meningkalkan satu barang saja dan sepertinya tidak akan cukup untuk menyambung hidup keluarga, apalagi bagi pemuda pekerja biasa lalu hanya memiliki tabungan yang juga biasa saja pastinya akan merenung karena bingung tidak punya apa-apa yang harus ditinggalkan untuk orang tercinta, masa hanya meninggalkan cinta.

Prucinta bukan sekedar cinta biasa

Memang iya kalau cinta bisa hadir selamanya, tapi tidak dengan kita.

Begitupun bagi tulang punggung keluarga pastinya akan merasa lebih bingung lagi, karena setiap harinya semua anggota keluarga hanya tergantung pada satu tulang punggung untuk menyambung hidup setiap harinya seperti kebutuhan akan makan, misalnya.
Hmm, dilema memang, masa kita hanya meninggalkan nama dan cinta saja?

Namun sebenarnya kalau kita sudah mempersiapkannya lebih matang, kita enggak akan lagi kebingungan, apalagi sekarang ada Prudential Syariah yang kini juga meluncurkan inovasi produk terbarunya yakni PRUCinta sebagai Asuransi Jiwa Syariah untuk kita supaya siap memberikan cinta yang tidak hanya sekedar nama dan cinta melainkan nilai kontribusi dari asuransi kita.

PRUCinta, Bukti Nyata untuk Orang Tercinta

Selasa 03/03 aku berkesempatan hadir pada literasi asuransi syariah yang dihadirkan oleh Prudential Syariah. Pada acara yang berlangsung di FX Sudirman – Jakarta, Prudential Syariah meluncurkan inovasi terbarunya yakni PRUCinta yang merupakan produk asuransi jiwa syariah untuk kita semua.

PRUCinta merupakan produk asuransi jiwa berbasis syariah yang memiliki manfaat santunan meninggal dunia selama 20 tahun dengan melakukan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.

Hadirnya Asuransi Syariah PRUCinta menjadikan salah satu komitmen Prudential Indonesia dalam mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat Indonesia untuk berasuransi.

Pada hakikatnya, masyarakat Indonesia memiliki minat berasuransi cukup rendah, namun beberapa tahun terakhir ini permintaan atas produk keuangan berbasis syariah terus meningkat.


Begitupun yang dijelaskan oleh Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, ia mengatakan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total produk domestik bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%), dan Tiongkok (2,8%).

Meskipun begitu, permintaan produk keuangan berbasis syariah saat ini terus meningkat hingga akhirnya Prudential Indonesia menjawab kebutuhan masyarakat akan produk syariah dengan menghadirkan PRUCinta yang diperuntukan bukan hanya masyarakat muslim saja melainkan untuk semua masyarakat Indonesia.

"Produk asuransi jiwa syariah ini merupakan bukti nyata warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih, karena cintalah yang akan hidup selamanya" tambah Nini.

Lalu, siapa yang harus memiliki asuransi jiwa syariah yang satu ini?

Jawabannya, kita semua, terkhusus para tulang punggung keluarga. Namun, kesimpulan dari data di OJK menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan sekedar untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Padahal seharusnya kita menyiapkan dana darurat untuk kebutuhan mendesak minimal  dana darurat untuk 6 bulan kedepan.

Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia, mengatakan, berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama.

"Dana ini harus dengan mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama satu tahun." tambah Himawan.

Manfaat PRUCinta untuk Kita

Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.
  • Manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dengan dana nilai tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.
  • 3 kali santunan asuransi meninggal dunia akibat kecelakaan.
  • 4 kali santunan asuransi meninggal dunia dari Dana Tabarru dan sesuai ketentuan Polis, jika insiden tersebut terjadi dalam periode 6 minggu sejak tanggal 1 Ramdhan.


Selain manfaat di atas, adapula keuntungan yang kita dapatkan yakni jika kita melakukan pembayaran kontribusi tahunan, maka kita cukup membayar 11 bulan saja ( lebih hemat 1 bulan kontribusi).

PRUCinta juga bisa dijadikan wakaf, ada Wakaf Hidup dan Wakaf Wasiat dengan ketentuan wakaf mengikuti ketentuan program Wakaf Prudential yang sudah berjalan.

Untuk wakaf hidup, dilakukan saat manfaat jatuh tempo di akhir tahun ke 20 dibayarkan (berupa nilai tunai). Sedangkan wakaf wasiat dilakukan saat santunan asuransi dan atau nilai tunai dibayarkan.


Dengan manfaat dan keuntungan yang diberikan oleh Prudential akan produknya PRUCinta menjadikan kita cukup yakin akan berasuransi syariah, karena nilai dana yang kita kontribusikan akan kembali sesuai peruntukannya, jadi Cinta kita pada orang yang kita cinta juga jelas tidak biasa dan akan cinta kita akan selamanya.
Share:

Mar 4, 2020

Akhirnya Aku Tahu, Laut di Indonesia Punya Bodyguard Juga

Tiga tahun lalu aku berkesempatan ikut dalam rangkaian acara Festival Krakatau di Lampung, bukan saja menikmati acara yang ada di Lampung dengan melihat langsung Carnaval yang setiap daerahnya menampilkan kostum uniknya masing-masing, juga menikmati perjalanan dengan Kapal Nelayan menuju Anak Gunung Krakatau.



Dan saat itu menjadi kali pertama aku menaiki kapal nelayan, menikmati hampran laut lepas di Selat Sunda sekaligus ngobrol dengan pemandu pada perjalanan itu yang ternyata ia adalah orang yang cukup penting dalam pariwisata Lampung yakni Bpk Budi Harto sebagai Kepala Dinas Pariwisata Lampung.

Di perjalanan laut dengan kapal nelayan berkapasitas 15 orang, tetiba ada kapal boat yakni Polair yang mengikuti kami, mereka dengan sigap memastikan bahwa kami para peserta Festival Lampung Krakatau dalam kondisi aman mengenakan jaket pelampung berwarna oranye, dan saat itu pula menjadi kali pertama aku melihat langsung Polair dan di situlah aku baru tahu kalau saat kita dilautan, kita juga dipantau oleh Bodyguard lautan pula.

Bodyguard lautan bukan hanya Polair

Namun, pada tulisan ini aku bukan mau gibahin  Polair melainkan KPLP kependekan dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai yang sama-sama sebagai Bodyguard Lautan, mengenyam tugas yang sama tapi kordinat yang berbeda.

Lalu, apa sih tugas KPLP?

Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau lebih dikenal dengan Sea and Coast Guard ini memiliki peran penting dalam kemaritiman yang melaksanakan fungsinya untuk menjaga dan menegakkan peraturan perundang-undangan di laut dan pantai yang bertanggung jawab kepada Presiden dan secara teknis operasional dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan berdasarkan Undang-Undang Pelayaran No. 17 Tahun 2008.

Dalam melaksanakan fungsinya, KPLP memiliki tugas sebagai berikut:M

  1. Melakukan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran,
  2. Melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran di laut,
  3. Pengawasan dan penertiban kegiatan serta lalu lintas kapal,
  4. Pengawasan dan penertiban kegiatan salvage, pekerjaan bawah air, serta eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut,
  5. Pengamanan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran dan
  6. Mendukung pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan jiwa di laut.


Kemudian, dari tugas tersebut, KPLP pun diberi kewenangan untuk melaksanakan patroli laut, melakukan pengejaran seketika (hot pursuit), memberhentikan kapal di laut, serta melakukan penyidikan sebagai Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Jadi, dengan begitu Polair dan KPLP memiliki tugas yang sama kan. Yakni sebagai Bodyguard kemaritiman untuk melakukan penjagaan laut dan pantai demi keamanan serta keselamatan pelayaran Indonesia.

KPLP, Transmate dan Aku


Nah, minggu lalu 26/02 aku bersama transmate (transportation mate) berkesempatan untuk ikut hadir dalam perayaan KPLP yang ke 47 dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Priuk.

Diawali dengan upacara perayaan HUT KPLP kemudian menyaksikan perform Drumband pun Bela diri yang diperagakan langsung oleh anggota KPLP.



Setelah upacara yang berlangsung tertib pun asik dengan berbagai performnya, kami diajak langsung untuk menaiki dan berlayar dengan menggunakan Kapal KN Trisula. Perjalanan pertama kali naik kapal patroli yang tak diduga-duga. Di dalam kapal pun aku bersama transmate lainnya diajak keliling untuk melihat setiap sudut kapal. Kami mengenakan jaket pelampung demi keamanan dan keselamatan di atas kapal pun terdapat pula sekoci untuk penyelamatan saat dibutuhkan.


Dalam menjamin keselamatan dan keamanan ternyata tidak hanya adanya jaket pelampung serta sekoci, di dalam kapal juga harus dipasang dan diaktifkannya AIS (Automatic Identification System) atau Sistem Identifikasi Otomatis.

Pemerintah pun mengeluarkan peraturan perkapalan terkait AIS dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia tertanggal 20 Februari 2019. Peraturan ini mewajibkan setiap kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing memasang serta mengaktifkan AIS.

AIS merupakan alat pendeteksi yang mengirimkan sinyal dan memiliki fungsi pada pemantauaan kapal dari pusat serta membantu mengurangi bahaya dalam bernavigasi. Pada dasarnya, AIS secara terus menerus akan mengirimkan data kapal seperti nama dan jenis kapal, tanda panggilan (call sign), kebangsaan kapal, Maritime Mobile Services Identities (MMSI), International Maritime Organization (IMO) Number, bobot kapal, data spesifikasi kapal, status navigasi, titik koordinat kapal, tujuan berlayar dengan perkiraan waktu tiba, kecepatan kapal dan haluan kapal.

Dengan mengaktifkannya AIS, maka keberadaan kapal terdeteksi dari pusat, bukan saja kapal-kapal yang berlayar, kapal milik KPLP pun juga harus mengaktifkan AIS, jika peraturan ini dilarang, maka akan dikenakan sanksi administratif untuk Nahkoda dengan dinonaktifkannya sertifikasi pengukuhan Certificate of Endorsement (COE) dalam waktu tertentu.

Dalam melakukan pengawasannya, KPLP Indonesia tak perlu diragukan lagi, karena selain menjaga lautan Indonesia juga banyak melakukan hubungan kerjasama dengan Sea and Coast Guard berbagai Negara seperti UK Coast Guard dan US Coast Guard, baik untuk melakukan pemantauan dan patroli bersama, maupun untuk bekerjasama dalam hal peningkatan kapasitas SDM.

Ya, itulah KPLP yang siap menjaga kita pun laut dan pantai Indonesia. Dan hal ini pun perlu kita tahu dan lakukan bersama untuk selalu taat pada aturan demi keamanan dan keselamatan saat berlayar.

Sampai bertemu di gibahan selanjutnya

Salam
Share:

Jan 26, 2020

Yang Ditunggu Kini Hadir, Baran Energy Siapkan EBT Sama dengan Rp. 1

Beberapa teman dan tetanggaku terkadang mengeluhkan kan tarif listrik yang cukup tinggi, apalagi setiap tahunnya dipastikan tarif listrik selalu naik. Di awal Januari 2020 sempat akan dinaikan tapi masih dipertimbangkan, meskipun masih dalam pertimbangan, sepertinya pasti dan akan dinaikan, entah kapan, tapi pasti. Karena yang sudah-sudah pun begitu. Begitulah yang jadi keresahan kita sebagai warga Indonesia akan tarif listrik yang tiap tahunnya naik.

Namun, kini kita engga perlu khawatir lagi lho bre, karena kita sudah bisa menikmati produk Baran Energy yang memanfaatkan sinar matahari untuk kebutuhan listrik kita.

Akhir tahun lalu aku sempat membahas mengenai hal yang satu ini. Dan kini akan kembali membahasnya, namun kali ini bahasnya bukan dari sisi si pembuatnya, melainkan dari wujud asli yang dibuat oleh Baran Energy.

Seperti apa sih wujud aslinya Baran Energy?


Para netizen pernah beropini akan kehadiran Baran Energy yang katanya penipuan, produknya enggak ada, namun nyatanya Victor Wirawan menjawab opini netizen dengan membuktikan dan memperlihatkannya mengenai bentuk asli produk Baran Energy.

Akupun sudah menyaksikan kebenarannya, karena salah satu PowerWall sudah terpasang apik di dinding rumah yang ada di The Leaf Boutique Resort, Ciawi - Bogor.


Ya, minggu lalu aku diboyong untuk menyaksikannya, kebutuhan listrik di rumah ini sudah full menggunakan energi terbarukan yakni Solar Panel yang dipasang di atap rumah dan energinya disalurkan ke Powerwall yang menempel di dinding rumah, meskipun tetap menempel sambungan PLN hanya untuk backup saja jika memang seharian full matahari tidak menampakkan sinarnya.

Menjelang sore, gerimis datang, sinar matahari pun tiada, lalu Victor Wirawan timnya menunjukan kepada kami untuk Tes PowerWall. Victor menunjukan monitor yang terpasang dengan angka 0kW dan daya tersimpan pada PowerWall 95%, kemudian ketika lampu dinyalakan, angka yang tadinya 0 kW berubah hingga menyalakan kolam renang, AC beserta peralatan lainnya yang harus hidup dan total keseluruhan ada di angka 2.2 kW. Sudah terbukti nyatanya PowerWall membuktikan kebenarannya, lampu menyala dengan sempurna tanpa adanya hambatan.


Jadi perhitungan mudahnya jika kapasitas 100% nya PowerWall 8 kW lalu kebutuhan satu rumah misalnya 2.2 kW, untuk mencapai 8 kW maka tinggal 8 kW dibagi 2.2 kW 3.6, jadi kekuatan PowerWall dapat menghidupi rumah selama 3,6 jam dengan catatan sinar matahari tidak hadir lagi, tapi jika sinar matahari terus menyala yaa pastinya akan lebih lama lagi rumah terus terang, apalagi kalau digunakan sesuai peruntukannya.

Nah begitulah perhitungan dari daya yang dipakai di rumah dengan energi pada PowerWall.

Ehh iya, bagi kamu yang belum tahu itu Baran Energy, aku jelasin sedikit ya.

Apa itu Baran Energy?

Baran merupakan Baby Unicorn Indonesia yng memberikan pengalaman baru dalam menggunakan EBT (Energi Baru Terbarukan) yang tidak ada sebelumnya dan dapat menghemat penggunaan listrik hingga 4x lebih murah.

Baran Energy dengan Baran Ecosystemnya menawarkan beberapa produk yakni Baran power untuk rumah atau perkantoran pribadi seperti Powerwall, Baran EV untuk Industri dan Baran Community yang diperuntukan pada kawasan property.

Saat ini Baran Energy mengembangkan energy system didalamnya terdiri dari modul-modul cell battery lithium. Salah satunya terdapat PowerWall dengan kapasitas mencapai 8 kWh. PowerWall ini memiliki bentuk seperti powerbank besar dengan ukuran 60*20*100cm seukuran televisi 32" berwarna putih yang terlihat cantik nan elegan sehingga pemasangan dapat di rumah, perkantoran, dengan menempelkannya ada dinding.

Spesifikasi Baran Energy PowerWall

• Max Capacity 8, 8 kWh
• Dimension p 60 x 20 x 100 cm
• Lithium Ion based battery cell (4000 cycle)
• Modular BMS (Battery Management System)
• Active cooling designed for tropical climate
• Full stack safety system (Short detection, inertia sensors, etc)
• Built in IOT system

Baran PowerWall juga dilengkapi dengan beberapa system instalasi yaitu Solar Panel, Solar Inverter dan Baterai Inverter.

Untuk harga dari Baran PowerWall yakni sekitar seratus jutaan dengan spesifikasi yang berbeda, untuk Baran Pakage Premium Rp. 234.000.000 sedangkan Baran Pakage Ekonomis Rp. 149.000.000 pastikan memilikinya dengan sesuaikan akam kebutuhan daya yang ada di rumah kita.

Nah, di atas telah dikatakan bahwa dengan penggunaan Baran PowerWall maka kita dapat menghemat penggunaan listrik 4x lebih murah dari tarif listrik yang kita gunakan, maksdunya seperti apa?

Penghitungannya seperti ini:
Biaya listrik + inflasi 20 tahun dibagi 4 =  range harga
Biaya listrik /bulan: Rp 900.000,
Biaya listrik/tahun: Rp 10.800.000
Biaya listrik 20 tahun: Rp 216.000.000
Biaya listrik 20 tahun + inflasi: Rp 1.006.766.743.

Dari yang kita hitung ini, didapat biaya listrik kita selama 20 tahun yakni Rp 1.006.766.743. Sementara harga Baran Package yang premium saja Rp 234.000.000, ini berarti 4x lebih murah dari biaya listrik yang kita keluarkan. Itu kalau dibandingkan dengan paket premium, belum lagi kalau dibandingkan dengan paket ekonomis (accelerate) yang  jauh lebih hemat, bahkan dengan kata lain listrik gratis kalau  tidak bisa di sebut Rp1.

Gimana? Mulai menarik kan, ya tentu. Malahan Masyarakat Indonesia dan pengembang property pun tertarik akan hadirnya PowerWall dari Baran Energy, dan saat ini Baran memproduksi PowerWall sesuai pesanan yang ada namun kedepannya Baran akan memproduksi PowerWall mulai dari 20 hingga 40 unit perharinya.


Tidak hanya itu, Victor Wirawan pun mengatakan bahwa peminat di kalangan Industri sudah ada dan pastinya Baran sudah menyiapkan Baran EV dengan produknya Baran PowerPack berkapasitas 96 kWh serta PowerCube dengan kapasitas 1 MW.

Dan lagi kedepannya pula Baran Property siap hadir, menyiapkan property untuk masyarakat urban yang sudah dilengkapi dengan Baran PowerWall.

Lalu, apa kamu juga ingin punya Powerwall yang satu ini supaya engga perlu khawatir lagi akan kenaikan tarif listrik yang tiap tahunnya selalu naik?

Kalau ingin memiliki PowerWall atau ingin mengetahui informasi lebih lengkapnya bisa cek web dan sosial media Baran Energy di bawah ini.
http://instagram.com/baranenergy
http://instagram.com/victorwirawan
http://baran-energy.com

Share:

Jan 18, 2020

Cerdas Antisipasi Penyakit Kritis untuk Hidup Bebas Khawatir

Senangnya hatiku bisa lompat dengan bebas, bagaimana dengan kamu? Bisa juga lompat dengan bebas tanpa bergikir banyak hal? Ya harusnya bisa juga. Tapi apa kabar kalau kita terserang Penyakit Kritis? Mudah-mudahan jauh dari kita apalagi kalau kita sudah menyiapkannya untuk mencegah terjadinya penyakit kritis.


Penyakit Kritis dan Bahaya Minuman Kekinian

Penyakit kritis semakin hari semakin bejibun, hingga ada penyakit-penyakit baru yang unik dan butuh diagnosis lebih lama, sampai-sampai ada juga penyakit yang belum ada obatnya, hmm.


Seperti informasi yang aku tahu dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Laurentius Aswin Pramono SpPD MEpid, ia mengatakan bahwa  Secara global, Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) mengkategorikan permasalahan kesehatan mencapai 68.000 jenis. Sebanyak 6.172 jenis merupakan penyakit langka.

Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan tersebut dan kita harus terus siaga terhadap kemunculan penyakit-penyakit baru.

Adapun sederet masalah kesehatan di Indonesia yang masuk dalam kategori penyakit kritis seperti stroke, jantung koroner, diabetes melitus, influenza dan pneumonia, tuberkulosis, penyakit paru-paru hingga gangguan hati.

Nah, kebanyakan dari kita berfikir bahwa penyakit-penyakit di atas biasanya menyerang masyarakat berumur misalnya 50 tahun keatas. Namun kenyataannya anak muda ataupun masayarakat mulai umur 18 tahun juga bisa mengalaminya.

Apalagi gaya hidup anak millenial kini yang cukup amburadul seperti konsumsi makanan atau minumn kekinian yang kalau dikonsumsi berlebihan bisa berdampak negatif untuk kesehatan dan bisa juga sampai mengalami penyakit kritis.

Sebagai contoh minuman yang lagi hits sekarang ini yakni minuman Boba. Dua minggu lalu kalau engga salah, aku coba membeli minuman kekinian ini, karena kata salah satu temanku boba yang aku beli merupakan minuman boba terenak dibanding yang lainnya, lalu kami berlima beli barengan dan meminumnya dengan santai, memang benar aku mengiyakan bahwa minuman boba yang aku minum beda banget, tapi setelah habis, kami berlima merasakan hal yang sama yaitu ngantuk, cukup aneh memang, tapi begitu kenyataannya. Lalu, gimana selnjutnya, entahlah.

Namun, sejak saat itu aku tidak berani lagi untuk konsumsi minuman boba.
Lalu akupun dapat info yang dilansir oleh detikhealth.com. Bahwa ternyata secangkir minuman boba bisa mengandung sekitar 18 sampai 20 sendok teh gula. Padahal, konsumsi gula yang dianjurkan per hari maksimal adalah 4 sendok makan.

Nah, jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman boba dan kopi kekinian dapat berisiko diabetes dan obesitas. Dan perlu kita tahu bahwa diabetes melitus merupakan ibu dari segala penyakit juga bisa meningkatkan risiko stroke dan jantung.

Serem juga ya.

Cara Cerdas Antisipasi Penyakit Kritis


Nah, dengan itu, untuk mencegah serta mengantisipasi pengakit kritis pada diri kita, maka ada hal yang harus kita lakukan, yakni Investasi kesehatan.

Investasi kesehatan pada diri kita yang paling mudah yaitu melakukan gaya hidup sehat.
Berikut gaya hidup sehat yng harus dilakukan sebagai Investasi Kesehatan.

1. Jaga Pola Makan
Mengubah pola makan dengan meningkatkan konsumsi serat seperti daging, ikan, buah dan sayur serta batasi asupan gula, garam dan minyak. Boleh konsumsi minuman dan makanan kekinian, tapi sesekali saja.

2. Istirahat yang cukup
Hindari bergadang dan maksimalkan waktu tidur supaya ada waktu untuk regenerasi sel-sel di dalam tubuh supaya penyakot tidak gampang menyerang. Lakukan tidur minimal 7-8 jam setiap malam supaya tubuh tetap segar dan bugar.

3. Olahraga
Hal ini menjadi dangat penting, meskipun kesibukan merajalela, olahraga tetap harus dilakukan, karena olahraga rutin bisa membantu terhindar dari penyakit. Bisa dengan olahraga ringan misalnya jalan santai, lari pagi, yoga atupun renang di akhir pekan.

4. Hindari kebiasaan buruk
Banyak kebiasaan buruk yang kita lakukan bisa jadi penyebab terjadinya penyakit kritis, seperti merokok, minum alkohol dsb. Jadi mari hindari kebiasaan buruk tersebut.

Selain gaya hidup sehat, investasi kesehatan lainnya yakni memiliki asuransi kesehatan salah satunya produk inovasi baru dari Prudential yakni PRUTotal Critical Protection dan PRUTotal Critical Protection Syariah yang memiliki pilihan manfaat komplit dan mantaat penting untuk mengcover kebutuhan biaya perawatan kesehatan penyakit kritis.

PRUTop dan PRUTop Syariah menjwab kebutuhan masyarakat dan nasabah Prudential akan penyakit kritis.

Kenapa harus memiliki asuransi PRUTop? Karena penyakit akan menyerang siapapun dan kapanpun tak memandang usia bahkan penyakit kritis seklipun. Lalu ketika terkena penyakit kritis siap-siap saja dengan biaya yang harus dikeluarkan sebagai pengobatan.

Dengan adanya PRUTop dan PRUTop Syariah, kita bisa bebas khawatir karena produk asuransi ini bisa mencover perlindungan kritis yang berfokus pada  perawatan, tindakan serta ketidakmampuan yang terjadi pada penderita.
Share: