Feb 22, 2026

Pria Sering Traveling juga Wajib Tahu Ini

Sebagai travel content creator, aku sering banget berada di situasi yang nggak ramah buat kulit. Panas pantai Bali, angin kencang di bukit Lombok, polusi Jakarta, sampai duduk berjam-jam di transportasi umum. Percaya deh, kulit pria itu diuji banget kalau gaya hidupnya aktif dan sering outdoor.




Dulu, aku pikir perawatan kulit pria cukup dengan cuci muka biasa. Tapi setelah rutin treatment di klinik, cara pandangku berubah total.

Aku sudah cukup lama kenal dengan treatment di Menology by ZAP. Awalnya karena penasaran, tapi lama-lama jadi kebutuhan. Sebagai pria yang sering tampil di depan kamera, kulit bersih dan sehat itu bukan cuma soal penampilan, tapi juga kepercayaan diri.

Dan sekarang, yang bikin aku makin nyaman adalah fakta bahwa Menology bukan cuma klinik aesthetic khusus pria. Mereka sudah punya rangkaian skincare sendiri yang bisa dipakai harian. Jadi treatment di klinik bisa dilanjutkan dan dijaga hasilnya di rumah.

Buatku yang sering traveling, ini game changer.

Kenapa Skincare Itu Penting Buat Pria yang Sering Traveling?

Traveling itu seru. Tapi buat kulit? Nggak selalu.

Beberapa tantangan yang sering aku hadapi:

  • Paparan sinar matahari berlebih
  • Debu dan polusi
  • Kurang tidur saat trip
  • Perubahan cuaca ekstrem
  • AC pesawat atau kereta yang bikin kulit kering

Kalau nggak dirawat, kulit gampang kusam, berminyak berlebih, bahkan breakout.

Sebagai pria aktif, aku butuh skincare yang:

  • Praktis
  • Nggak ribet
  • Cepat menyerap
  • Nggak lengket
  • Dan jelas cocok untuk kulit pria

Dan itu yang aku rasakan setelah pakai rangkaian lengkap Menology Skincare.

Rangkaian Skincare Harian Versi Travel Ala DiCapriadi

Berikut rutinitas harian yang sekarang jadi basic skincare aku, bahkan saat lagi trip:

1. Facial Wash – Start Clean, Start Fresh

Setelah seharian di jalan, facial wash itu wajib. Produk facial wash dari Menology terasa bersih tapi nggak bikin kulit ketarik. Ini penting banget, apalagi setelah shooting outdoor seharian.



Yang aku suka:

  • Busanya pas
  • Nggak bikin kering
  • Tetap nyaman walau dipakai 2x sehari

2. Serum – Boost untuk Kulit Tetap Fit

Serum ini jadi andalan saat kondisi kulit lagi capek karena kurang tidur atau jadwal padat. Teksturnya ringan, cepat menyerap, dan nggak bikin wajah terasa berat.




Sebagai content creator yang sering close-up di kamera, kulit kelihatan lebih fresh itu penting banget. Dan serum ini bantu maintain itu.

3. Moisturizer – Kunci Kulit Tetap Stabil

Travel itu sering bikin kulit dehidrasi tanpa kita sadar. Apalagi kalau lagi di pesawat atau ruangan ber-AC lama.

Moisturizer dari Menology ringan banget. Nggak greasy, cepat meresap, dan tetap nyaman dipakai sebelum keluar hotel buat explore kota.

Ini jadi step yang nggak pernah aku skip.

4. Sunscreen – Wajib Buat Pria Outdoor

Kalau kamu sering lihat konten aku di pantai atau bukit, percaya deh, sunscreen itu penyelamat utama.



Sunscreen Menology terasa ringan, nggak bikin wajah abu-abu, dan nyaman dipakai sebelum aktivitas outdoor. Buat aku yang sering keluar ruangan dan aktifitas siang hari, ini penting banget supaya kulit tetap terlindungi dari paparan UV.

Kenapa Aku Nggak Ragu Pakai Rangkaian Ini?

Karena aku sudah terbiasa dengan treatment di Menology by ZAP, jadi secara personal nggak ada keraguan waktu mereka meluncurkan skincare line-nya.

Rasanya seperti perawatan di klinik yang “dibawa pulang”.

Dan sebagai pria yang sering traveling:

  • Aku butuh produk yang simpel
  • Nggak makan waktu lama
  • Tapi tetap maksimal hasilnya

Rangkaian ini akhirnya jadi daily routine aku. Baik lagi di rumah, lagi staycation, atau lagi solo trip naik transportasi umum keliling kota.

Skincare Pria dan Travel: Kombinasi yang Nggak Bisa Dipisahkan

Banyak pria masih merasa skincare itu ribet. Dulu aku juga begitu.



Tapi setelah sering traveling dan bekerja di depan kamera, aku sadar satu hal: kulit sehat itu investasi jangka panjang.

Apalagi buat pria aktif, content creator, pekerja lapangan, atau siapa pun yang sering terpapar matahari dan polusi, skincare bukan lagi opsi, tapi kebutuhan.

Sekarang, setiap kali packing sebelum trip, selain kamera dan sepatu, skincare Menology selalu masuk pouch pertama.

Karena buatku, traveling itu bukan cuma tentang tempat yang dikunjungi, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga diri di setiap perjalanan.

Dan kulit yang sehat bikin aku lebih percaya diri untuk bercerita di setiap destinasi.

Share:

Dec 24, 2025

Pengalaman Mengatasi Kulit Kusam dengan Bundling Treatment di Menology by ZAP

Sebagai seseorang yang cukup sering beraktivitas di luar ruangan, mulai dari traveling, sepedaan, sampai berpindah tempat hampir setiap hari, apalagi dua bulan ini sering ikut event lari, dan aku sadar satu hal penting: kulit wajah ikut “kerja keras” banget. Terpapar matahari jelas banget, apalagi debu, polusi, dan perubahan cuaca, lama-lama efeknya kelihatan. Kulit jadi kusam, warnanya nggak merata, dan kelihatan capek meskipun badan sebenarnya masih oke.



Awalnya aku berpikir, skincare harian pasti cukup. Cleanser, moisturizer, sunscreen—semua rutin. Tapi semakin ke sini, aku ngerasa ada titik di mana perawatan rumahan aja nggak lagi sanggup ngejar kondisi kulit yang terus-terusan terpapar lingkungan luar. Terutama menjelang akhir tahun, momen di mana bakal ketemu banyak orang dekat, kumpul keluarga, dan pengin tampil lebih segar dari biasanya.

Di titik itulah aku memutuskan buat ambil langkah yang lebih serius: perawatan kulit wajah yang lebih maksimal.

Kenapa Memilih Bundling Treatment?

Salah satu alasan utama aku tertarik dengan bundling treatment adalah karena pendekatannya yang lebih menyeluruh. Bukan cuma fokus ke satu masalah, tapi benar-benar membantu memulihkan kondisi kulit dari berbagai sisi. Dan kebetulan, di bulan Desember ini, ada Bundling Deals yang menurutku cukup pas dengan kondisi kulitku saat ini.



Aku memilih bundling Flek/Melasma yang isinya terdiri dari:

  • Diamond Oxy Facial Brightening
  • Pro Yellow Laser
  • DNA Salmon PDRN Serum (5cc)
  • Flek Blocker Serum
  • Juva by ZAP Glaze-C Serum 15 ml

Buatku, rangkaian ini terasa masuk akal karena fokus utamanya bukan sekadar bikin kulit cerah instan, tapi membantu memperbaiki, menutrisi, dan mencerahkan kulit secara bertahap.

Diamond Oxy Facial: Nafas Baru untuk Kulit Kusam

Kalau harus mendeskripsikan Diamond Oxy Facial dengan satu kata: segar. Treatment ini memberikan efek brightening yang ringan tapi nyata. Kulit terasa lebih bersih, cerah, dan kelihatan hidup—cocok banget buat kondisi kulit kusam karena polusi dan debu.





Tentu dengan alat baru berbentuk diamond cembung kecil-kecil yang bisa nyedot kulit kotor naudzubillah ini, dan setelahnya terasa enteng banget.

Pro Yellow Laser: Fokus ke Warna Kulit yang Nggak Merata

Sebagai orang yang sering terpapar matahari, masalah warna kulit yang nggak merata dan flek halus jadi concern utama. Pro Yellow Laser membantu menargetkan area-area tersebut dengan pendekatan yang lebih terarah. Yang aku rasakan, treatment ini bukan tipe yang “wah langsung kelihatan”, tapi lebih ke proses pelan-pelan yang bikin kulit tampak lebih bersih dan tenang.






DNA Salmon PDRN: Memulihkan Kulit yang Lelah

Bagian ini jujur jadi salah satu alasan utama aku tertarik. DNA Salmon PDRN dikenal membantu regenerasi kulit, dan buat kulit yang sering terpapar aktivitas luar, ini terasa seperti “istirahat yang dibutuhkan kulit”. Setelah treatment, tekstur kulit terasa lebih lembap dan kenyal, bukan sekadar glowing sementara.

Anestesi selama 30-40 menit


Proses tindakan DNA Salmon yang nyaman setelah anestesi


Serum Pendukung yang Melengkapi Perawatan

Kombinasi Flek Blocker Serum dan Juva by ZAP Glaze-C Serum jadi pelengkap yang menurutku penting. Serum-serum ini dipakai setelah treatment , tapi juga membantu menjaga hasilnya di rumah. Jadi perawatannya nggak berhenti di klinik, tapi berlanjut di keseharian.



Pengalaman yang Lebih dari Sekadar Treatment

Aku melakukan perawatan ini di Menology by ZAP Menteng, dan yang aku apresiasi adalah pendekatan yang cukup personal. Kondisi kulit dijelaskan dengan jelas, ekspektasi hasilnya juga realistis—nggak dijanjikan hasil instan berlebihan, tapi fokus ke proses dan kesehatan kulit jangka panjang.

Refleksi Setelah Perawatan

Buatku, perawatan ini bukan soal tampil glowing berlebihan. Lebih ke bagaimana kulit terasa lebih sehat, lebih segar, dan lebih siap menghadapi aktivitas luar yang padat. Kulit yang tadinya terlihat kusam perlahan terasa lebih hidup, warnanya lebih merata, dan yang paling penting: aku merasa lebih percaya diri.


Di momen akhir tahun seperti sekarang, menjaga kulit ternyata bukan cuma soal penampilan, tapi juga bentuk self-care. Karena sebelum ketemu banyak orang, aku pengin ketemu versi terbaik dari diriku sendiri, dimulai dari kulit yang lebih sehat.

Share:

Dec 22, 2025

Staycation Healing di Dusun Bambu: Pengalaman 2 Hari 1 Malam yang Bikin Kepala Ikut Libur

Ada satu momen di hidup kita ketika liburan bukan lagi soal pindah kota, tapi pindah suasana. Bukan soal itinerary padat, tapi soal memberi ruang buat kepala bernapas. Dan jujur saja, pengalaman staycation di Dusun Bambu kemarin jadi salah satu bentuk “liburan santai” paling berkesan yang pernah saya rasakan.



Perjalanan yang Nggak Ribet, Liburan yang Sudah Dimulai Sejak Berangkat

Kami berangkat dari Jakarta menggunakan kereta cepat Whoosh. Yang bikin pengalaman ini terasa effortless adalah setelah turun dari stasiun, ternyata tersedia shuttle khusus menuju Dusun Bambu—gratis pula. Jadi benar-benar tanpa drama pesan taksi atau buka aplikasi ini-itu. Tinggal duduk, menikmati perjalanan, dan membiarkan transisi kota ke alam terjadi dengan sendirinya.




Di titik ini, liburan rasanya sudah dimulai. Tanpa terburu-buru. Tanpa kebisingan.

First Impression yang Langsung Ngena

Setibanya di Dusun Bambu, kami disambut dengan cara yang sederhana tapi hangat. Cuci tangan, lalu didoakan oleh petugas. Mungkin terdengar sepele, tapi justru momen seperti ini yang bikin saya langsung merasa “diterima”. Seolah-olah, tempat ini memang diciptakan bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk ditinggali, walau sebentar.




Kami menginap di area Kampung Layung, tipe Family Residence. Begitu masuk, suasananya langsung tenang. Rumah kayu dengan teras depan yang menghadap alam, cocok banget buat duduk santai sambil ngopi dan ngobrol tanpa gangguan notifikasi.

Tinggal di Rumah, Tapi Rasanya Lebih Tenang dari Rumah

Family Residence ini terasa lengkap tanpa berlebihan. Dua kamar tidur, ruang tengah, pantry, kamar mandi, hingga area jacuzzi yang jadi highlight utama. Ini bukan jacuzzi buat konten semata, tapi benar-benar dipakai untuk menenangkan badan setelah hari yang panjang.



Amenities-nya juga lengkap—teh, kopi, dan camilan khas Sunda seperti reginang yang entah kenapa rasanya jadi lebih nikmat kalau dimakan di udara dingin Lembang. Hal-hal kecil seperti ini yang membuat pengalaman menginap terasa dipikirkan dengan baik.

Sore yang Pelan di Tengah Sawah

Menjelang sore, kami berjalan ke area persawahan di dalam kawasan Dusun Bambu. Suasananya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya istimewa. Angin sejuk, pemandangan hijau, dan suara alam yang pelan-pelan menggantikan kebisingan kota.


...

Di momen ini, saya sadar satu hal: healing itu bukan tentang melakukan banyak hal, tapi tentang memberi jeda. Dan Dusun Bambu memberi ruang itu dengan sangat natural.

Malam Hangat, Tanpa Perlu Direncanakan

Saat malam tiba, kami mendapatkan fasilitas barbeque gratis yang sudah disiapkan oleh petugas. Tinggal duduk, api unggun menyala, makanan tersaji, dan obrolan mengalir tanpa arah. Tidak ada agenda. Tidak ada jam. Hanya tawa kecil, cerita ringan, dan rasa hangat yang sulit dijelaskan.



Momen ini jadi salah satu highlight terbesar dari staycation ini. Bukan karena mewah, tapi karena terasa tulus.

Pagi yang Ramah di Burangrang

Keesokan paginya, kami sarapan di Burangrang. Pilihan menu cukup beragam dan porsinya pas. Tapi yang membuatnya spesial adalah suasananya. Pagi hari di Dusun Bambu terasa lebih ramah—tidak tergesa, tidak bising, dan memberi waktu untuk benar-benar menikmati hari.




Setelah sarapan, kami menikmati sisa waktu dengan berjalan santai di area Dusun Bambu. Tidak dikejar apa pun. Tidak perlu mengejar apa pun.

Staycation yang Mengembalikan Energi

Dua hari satu malam di Dusun Bambu terasa cukup. Cukup untuk menyegarkan pikiran, merapikan perasaan, dan mengisi ulang energi yang sempat terkuras oleh rutinitas.






Buat saya, Dusun Bambu bukan sekadar tempat wisata di Bandung. Ini adalah ruang untuk hidup lebih pelan, walau hanya sebentar. Dan kadang, itu saja sudah lebih dari cukup.

Jika kamu sedang mencari tempat staycation yang bukan hanya nyaman secara fisik, tapi juga menenangkan secara mental, Dusun Bambu layak masuk daftar teratas.

Share:

Sep 30, 2025

Pengalaman Pertama PRP di Menology by ZAP: Worth It untuk Pria Aktif

 

Pengalaman Pertama PRP di Menology by ZAP: Worth It untuk Pria Aktif. Sebagai orang yang hobi sepedaan dan sesekali ikut race lari, aku sadar banget kalau kulit muka gampang banget kena “efek samping” dari aktivitas outdoor. Panas matahari, debu jalanan, sampai polusi, semua jadi paket lengkap yang bikin kulit gampang kusam.




Jujur, biasanya aku cuma andelin cuci muka seadanya, atau basic skincare aja. Tapi makin ke sini, kulit rasanya perlu “tenaga ekstra” biar tetep sehat. Dari dulu aku udah penasaran sama yang namanya treatment PRP (Platelet Rich Plasma). Katanya sih bagus banget buat regenerasi kulit, mencerahkan, sampai nge-recovery bekas jerawat atau kulit kusam.



Masalahnya, selalu maju mundur buat nyoba. Bayangin darah diambil, diproses, lalu dimasukin lagi ke kulit, kedengerannya cukup bikin merinding. Tapi akhirnya, momen itu datang juga. Kebetulan aku lagi main ke Mall Kasablanka, nemu ada cabang Menology by ZAP di sana. Biasanya aku ke Menology Menteng, tapi kali ini langsung aja aku gas PRP di Kokas.


Kenapa Pilih PRP di Menology by ZAP?

Alasan utamanya: karena udah langganan banget, dan butuh treatment yang langsung kerja ke dalam, bukan cuma di permukaan. Buat cowok aktif di luar ruangan kayak aku, PRP ini terdengar ideal. Apalagi Menology by ZAP ini memang dibuat khusus buat pria. Jadi ambience-nya lebih nyaman, maskulin, dan nggak bikin kikuk.



Aku juga percaya sama brand ZAP. Dari standar medis sampai dokter yang nanganin, jelas banget prosedurnya. Itu bikin aku lebih tenang buat coba treatment yang dari dulu aku takutin ini.


Proses Treatment PRP di Menology by ZAP

Sebelum treatment dimulai, sempet deg-degan. Tapi ternyata semua step dijelasin detail, jadi aku nggak merasa “dibiarkan bingung”.

Ini step lengkap yang aku jalanin:

  1. Konsultasi dokter – pengecekan kondisi kulit, termasuk area yang butuh fokus. Karena sering aktivitas outdoor, masalah utama aku ada di kusam dan tekstur kulit.
  2. Pengambilan darah – diambil beberapa mili aja, cukup cepat dan nggak sakit.
  3. Pemrosesan plasma – darah tadi dimasukin ke mesin centrifuge buat dipisahin, jadi dapet plasma kaya trombosit.
  4. Aplikasi anestesi (krim bius) – ini penting banget, biar kulit mati rasa sebelum PRP diaplikasikan. Efeknya sekitar 20–30 menit, bikin treatment jauh lebih nyaman. 
  5. Aplikasi PRP ke wajah – plasma tadi diaplikasikan ke wajah pakai teknik micro-needling. Sensasinya ada cekit-cekit, tapi karena udah pakai anestesi, jadi bisa ditahan banget.
  6. Anti iritasi – setelah selesai, dokter kasih anti iritasi khusus biar kulit lebih tenang dan nggak meradang.

Hidrasi dengan air Oxy

Aplikasi Anestesi

Proses tunggu anestesi

Pengambilan darah

Proses Plasma

Aplikasi PRP


Jadi, kalau lo sempet takut treatment ini bakal sakit, tenang aja. Dengan anestesi plus perawatan anti iritasi, semuanya jadi jauh lebih nyaman dari yang aku bayangan.


Rasanya Setelah PRP

Abis treatment, wajahku agak kemerahan. Tapi itu normal, dan justru tanda kulit lagi adaptasi. Dokternya bilang biasanya 1–2 hari bakal reda, dan hasil maksimal keliatan setelah beberapa minggu karena proses regenerasi kulit.

Tapi jujur, efek langsung yang dirasain adalah kulit terasa lebih ringan, lebih fresh, dan nggak kusam. Bukan perubahan dramatis, tapi subtle dan natural. Itu yang bikin aku suka. Orang lain mungkin nggak sadar aku baru treatment, tapi mereka bisa notice kalau aku keliatan lebih segar.


Kenapa Cowok Aktif Cocok Coba PRP?

Buat lo yang hobi olahraga outdoor—entah itu lari, gowes, atau sering kerja lapangan—PRP bisa jadi investasi buat kulit lo. Karena:

  • Ngebantu nge-recovery kulit dari paparan matahari dan polusi.
  • Merangsang regenerasi kulit baru.
  • Membuat kulit lebih cerah dan sehat tanpa ribet skincare banyak step.

Apalagi karena PRP pakai plasma dari darah lo sendiri, hasilnya lebih natural dan minim risiko.




Pengalaman pertama PRP di Menology by ZAP ini bener-bener ngubah pandanganku. Dari yang tadinya takut, sekarang malah mikir: kenapa nggak dari dulu ya?

Buat cowok aktif yang sering outdoor kayak aku gini dan ada scar atau bopeng di wajah, PRP ini worth it banget. Nggak cuma bikin kulit keliatan lebih sehat, tapi juga bikin lo ngerasa lebih pede. Dan di Menology by ZAP, kamu bisa dapet pengalaman yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan pria.

Kadang, satu langkah kecil buat coba hal baru bisa jadi awal perubahan besar. Buat aku, PRP adalah langkah itu.

Share:

Aug 20, 2025

Dari Pantai ke Klinik: Cerita Rawat Kulit dengan Diamond Peel & Photo Facial

Dari Pantai ke Klinik: Cerita Rawat Kulit dengan Diamond Peel & Photo Facial. Beberapa waktu lalu aku punya pengalaman yang cukup unik. Dari yang biasanya sibuk di jalan, sepedaan, atau naik transportasi umum ke sana-sini, kali ini aku habiskan waktu di pantai untuk ikut kegiatan penanaman mangrove. Rasanya luar biasa: panas-panasan, kaki penuh pasir, tapi hati lega karena bisa kontribusi menjaga alam.

Tanam mangrove jaga alam
tanam mangrove jaga alam
..

Kenapa mangrove? Karena pohon-pohon ini jadi benteng alami pantai. Kalau tumbuh sehat, mereka bisa cegah abrasi, lindungi garis pantai, bahkan jadi rumah nyaman buat biota laut. Buatku, itu bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata ikut merawat bumi.

Namun, setelah kegiatan itu selesai, ada satu hal yang nggak bisa aku pungkiri. Kulit wajahku benar-benar kelihatan kusam. Matahari, angin, dan aktivitas outdoor memang selalu punya efek samping. Dan jujur, kalau cuma mengandalkan skincare harian, rasanya nggak cukup untuk bikin kulit balik segar lagi.

Itulah momen di mana aku sadar: sama seperti alam, kulit juga butuh perawatan serius. Dari pantai, aku akhirnya memutuskan untuk langsung ke klinik, tepatnya Menology by ZAP.


Menology by ZAP


Dari Alam ke Menology: Kenapa Aku Pilih Treatment Ini?

Buat orang yang aktif di luar ruangan, perawatan wajah itu tricky. Kita butuh sesuatu yang:

  • Bisa bersihin wajah sampai tuntas,
  • Nyaman dan aman saat dilakukan,
  • Hasilnya nyata tapi tetap natural,
  • Dan yang paling penting: nggak bikin downtime panjang.!

Di Menology by ZAP, aku menemukan kombinasi treatment yang pas: Diamond Peel dan Photo 1 ua treatment ini punya fokus yang berbeda, tapi hasilnya saling melengkapi.


Diamond Peel: Deep Clean Setelah Aktivitas Outdoor

Bayangin aja, berjam-jam di pantai atau di jalan kota, kulit ketemu polusi, debu, sampai sisa sunscreen yang nempel tebal. Kalau cuma cuci muka, nggak semuanya benar-benar terangkat. Nah, Diamond Peel jadi solusi buat deep cleaning.


Diamond Peel di Menology by ZAP

Diamond Peel di Menology


Treatment ini bantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang numpuk di permukaan wajah. Rasanya lembut, nggak sakit, malah nyaman. Setelah selesai, aku langsung bisa ngerasain kulit lebih halus dan bersih. Buatku, ini kayak “servis rutin” yang bikin wajah siap menerima perawatan berikutnya.


Photo Facial: Menyamarkan Bekas, Balikin Fresh Look

Kalau Diamond Peel itu step pembersihan, maka Photo Facial lebih ke arah perbaikan tampilan kulit. Treatment ini bantu meratakan warna kulit, menyamarkan bekas jerawat, dan bikin wajah kelihatan lebih cerah.


Photo Facial
Proses Photo Facial

Photo Facial di Menology by ZAP


Yang paling aku suka? Prosesnya tetap nyaman, dokter di Menology telaten banget, dan setelah selesai nggak ada bekassama sekali. Jadi aku bisa langsung lanjut aktivitas tanpa harus sembunyi dari kamera. Sebagai orang yang sering bikin konten perjalanan, ini poin penting banget.


Dari Pantai ke Klinik: Dua Hal yang Sama-Sama Penting

Pengalaman ini bikin aku sadar satu hal: merawat alam dan merawat diri itu mirip.

  • Menanam mangrove di pantai bikin garis pantai lebih kuat lawan abrasi.
  • Treatment di Menology bikin kulit lebih kuat lawan polusi, matahari, dan aktivitas outdoor.

Dua-duanya bukan sekadar gaya hidup, tapi bentuk tanggung jawab. Kalau alam perlu dirawat supaya tetap bisa melindungi kita, maka kulit juga perlu dirawat supaya tetap bisa mendukung aktivitas kita sehari-hari.



Tips Buat Kamu yang Sering Outdoor

Kalau kamu juga sering beraktivitas di luar ruangan, ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  1. Gunakan sunscreen setiap hari. Anggap aja ini “helm” untuk kulit.
  2. Minum cukup air. Hidrasi itu bahan bakar utama.
  3. Jangan remehkan perawatan rutin. Skincare harian penting, tapi sesekali butuh bantuan treatment klinis seperti Diamond Peel dan Photo Facial.
  4. Balance antara jaga alam dan jaga diri. Sama-sama investasi jangka panjang.

Dari pantai ke klinik, dari tanam mangrove sampai treatment wajah, aku belajar satu hal: menjaga alam dan menjaga diri itu nggak bisa dipisahkan. Keduanya sama-sama penting, dan hasilnya baru terasa ketika dilakukan konsisten.

Dengan Diamond Peel dan Photo Facial di Menology by ZAP, aku bisa balik fresh setelah aktivitas outdoor, tanpa harus kehilangan waktu untuk istirahat panjang. Treatment ini soft, praktis, dan hasilnya nyata. Cocok banget buat kamu yang hidupnya aktif, sering di luar ruangan, tapi tetap ingin tampil percaya diri.

Karena pada akhirnya, merawat kulit bukan soal gaya, tapi soal menghargai diri sendiri.


Diamond Peel dan Photo Facial di Menology by ZAP


Share: