Dec 24, 2025

Pengalaman Mengatasi Kulit Kusam dengan Bundling Treatment di Menology by ZAP

Sebagai seseorang yang cukup sering beraktivitas di luar ruangan, mulai dari traveling, sepedaan, sampai berpindah tempat hampir setiap hari, apalagi dua bulan ini sering ikut event lari, dan aku sadar satu hal penting: kulit wajah ikut “kerja keras” banget. Terpapar matahari jelas banget, apalagi debu, polusi, dan perubahan cuaca, lama-lama efeknya kelihatan. Kulit jadi kusam, warnanya nggak merata, dan kelihatan capek meskipun badan sebenarnya masih oke.



Awalnya aku berpikir, skincare harian pasti cukup. Cleanser, moisturizer, sunscreen—semua rutin. Tapi semakin ke sini, aku ngerasa ada titik di mana perawatan rumahan aja nggak lagi sanggup ngejar kondisi kulit yang terus-terusan terpapar lingkungan luar. Terutama menjelang akhir tahun, momen di mana bakal ketemu banyak orang dekat, kumpul keluarga, dan pengin tampil lebih segar dari biasanya.

Di titik itulah aku memutuskan buat ambil langkah yang lebih serius: perawatan kulit wajah yang lebih maksimal.

Kenapa Memilih Bundling Treatment?

Salah satu alasan utama aku tertarik dengan bundling treatment adalah karena pendekatannya yang lebih menyeluruh. Bukan cuma fokus ke satu masalah, tapi benar-benar membantu memulihkan kondisi kulit dari berbagai sisi. Dan kebetulan, di bulan Desember ini, ada Bundling Deals yang menurutku cukup pas dengan kondisi kulitku saat ini.



Aku memilih bundling Flek/Melasma yang isinya terdiri dari:

  • Diamond Oxy Facial Brightening
  • Pro Yellow Laser
  • DNA Salmon PDRN Serum (5cc)
  • Flek Blocker Serum
  • Juva by ZAP Glaze-C Serum 15 ml

Buatku, rangkaian ini terasa masuk akal karena fokus utamanya bukan sekadar bikin kulit cerah instan, tapi membantu memperbaiki, menutrisi, dan mencerahkan kulit secara bertahap.

Diamond Oxy Facial: Nafas Baru untuk Kulit Kusam

Kalau harus mendeskripsikan Diamond Oxy Facial dengan satu kata: segar. Treatment ini memberikan efek brightening yang ringan tapi nyata. Kulit terasa lebih bersih, cerah, dan kelihatan hidup—cocok banget buat kondisi kulit kusam karena polusi dan debu.





Tentu dengan alat baru berbentuk diamond cembung kecil-kecil yang bisa nyedot kulit kotor naudzubillah ini, dan setelahnya terasa enteng banget.

Pro Yellow Laser: Fokus ke Warna Kulit yang Nggak Merata

Sebagai orang yang sering terpapar matahari, masalah warna kulit yang nggak merata dan flek halus jadi concern utama. Pro Yellow Laser membantu menargetkan area-area tersebut dengan pendekatan yang lebih terarah. Yang aku rasakan, treatment ini bukan tipe yang “wah langsung kelihatan”, tapi lebih ke proses pelan-pelan yang bikin kulit tampak lebih bersih dan tenang.






DNA Salmon PDRN: Memulihkan Kulit yang Lelah

Bagian ini jujur jadi salah satu alasan utama aku tertarik. DNA Salmon PDRN dikenal membantu regenerasi kulit, dan buat kulit yang sering terpapar aktivitas luar, ini terasa seperti “istirahat yang dibutuhkan kulit”. Setelah treatment, tekstur kulit terasa lebih lembap dan kenyal, bukan sekadar glowing sementara.

Anestesi selama 30-40 menit


Proses tindakan DNA Salmon yang nyaman setelah anestesi


Serum Pendukung yang Melengkapi Perawatan

Kombinasi Flek Blocker Serum dan Juva by ZAP Glaze-C Serum jadi pelengkap yang menurutku penting. Serum-serum ini dipakai setelah treatment , tapi juga membantu menjaga hasilnya di rumah. Jadi perawatannya nggak berhenti di klinik, tapi berlanjut di keseharian.



Pengalaman yang Lebih dari Sekadar Treatment

Aku melakukan perawatan ini di Menology by ZAP Menteng, dan yang aku apresiasi adalah pendekatan yang cukup personal. Kondisi kulit dijelaskan dengan jelas, ekspektasi hasilnya juga realistis—nggak dijanjikan hasil instan berlebihan, tapi fokus ke proses dan kesehatan kulit jangka panjang.

Refleksi Setelah Perawatan

Buatku, perawatan ini bukan soal tampil glowing berlebihan. Lebih ke bagaimana kulit terasa lebih sehat, lebih segar, dan lebih siap menghadapi aktivitas luar yang padat. Kulit yang tadinya terlihat kusam perlahan terasa lebih hidup, warnanya lebih merata, dan yang paling penting: aku merasa lebih percaya diri.


Di momen akhir tahun seperti sekarang, menjaga kulit ternyata bukan cuma soal penampilan, tapi juga bentuk self-care. Karena sebelum ketemu banyak orang, aku pengin ketemu versi terbaik dari diriku sendiri, dimulai dari kulit yang lebih sehat.

Share:

Dec 22, 2025

Staycation Healing di Dusun Bambu: Pengalaman 2 Hari 1 Malam yang Bikin Kepala Ikut Libur

Ada satu momen di hidup kita ketika liburan bukan lagi soal pindah kota, tapi pindah suasana. Bukan soal itinerary padat, tapi soal memberi ruang buat kepala bernapas. Dan jujur saja, pengalaman staycation di Dusun Bambu kemarin jadi salah satu bentuk “liburan santai” paling berkesan yang pernah saya rasakan.



Perjalanan yang Nggak Ribet, Liburan yang Sudah Dimulai Sejak Berangkat

Kami berangkat dari Jakarta menggunakan kereta cepat Whoosh. Yang bikin pengalaman ini terasa effortless adalah setelah turun dari stasiun, ternyata tersedia shuttle khusus menuju Dusun Bambu—gratis pula. Jadi benar-benar tanpa drama pesan taksi atau buka aplikasi ini-itu. Tinggal duduk, menikmati perjalanan, dan membiarkan transisi kota ke alam terjadi dengan sendirinya.




Di titik ini, liburan rasanya sudah dimulai. Tanpa terburu-buru. Tanpa kebisingan.

First Impression yang Langsung Ngena

Setibanya di Dusun Bambu, kami disambut dengan cara yang sederhana tapi hangat. Cuci tangan, lalu didoakan oleh petugas. Mungkin terdengar sepele, tapi justru momen seperti ini yang bikin saya langsung merasa “diterima”. Seolah-olah, tempat ini memang diciptakan bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk ditinggali, walau sebentar.




Kami menginap di area Kampung Layung, tipe Family Residence. Begitu masuk, suasananya langsung tenang. Rumah kayu dengan teras depan yang menghadap alam, cocok banget buat duduk santai sambil ngopi dan ngobrol tanpa gangguan notifikasi.

Tinggal di Rumah, Tapi Rasanya Lebih Tenang dari Rumah

Family Residence ini terasa lengkap tanpa berlebihan. Dua kamar tidur, ruang tengah, pantry, kamar mandi, hingga area jacuzzi yang jadi highlight utama. Ini bukan jacuzzi buat konten semata, tapi benar-benar dipakai untuk menenangkan badan setelah hari yang panjang.



Amenities-nya juga lengkap—teh, kopi, dan camilan khas Sunda seperti reginang yang entah kenapa rasanya jadi lebih nikmat kalau dimakan di udara dingin Lembang. Hal-hal kecil seperti ini yang membuat pengalaman menginap terasa dipikirkan dengan baik.

Sore yang Pelan di Tengah Sawah

Menjelang sore, kami berjalan ke area persawahan di dalam kawasan Dusun Bambu. Suasananya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya istimewa. Angin sejuk, pemandangan hijau, dan suara alam yang pelan-pelan menggantikan kebisingan kota.


...

Di momen ini, saya sadar satu hal: healing itu bukan tentang melakukan banyak hal, tapi tentang memberi jeda. Dan Dusun Bambu memberi ruang itu dengan sangat natural.

Malam Hangat, Tanpa Perlu Direncanakan

Saat malam tiba, kami mendapatkan fasilitas barbeque gratis yang sudah disiapkan oleh petugas. Tinggal duduk, api unggun menyala, makanan tersaji, dan obrolan mengalir tanpa arah. Tidak ada agenda. Tidak ada jam. Hanya tawa kecil, cerita ringan, dan rasa hangat yang sulit dijelaskan.



Momen ini jadi salah satu highlight terbesar dari staycation ini. Bukan karena mewah, tapi karena terasa tulus.

Pagi yang Ramah di Burangrang

Keesokan paginya, kami sarapan di Burangrang. Pilihan menu cukup beragam dan porsinya pas. Tapi yang membuatnya spesial adalah suasananya. Pagi hari di Dusun Bambu terasa lebih ramah—tidak tergesa, tidak bising, dan memberi waktu untuk benar-benar menikmati hari.




Setelah sarapan, kami menikmati sisa waktu dengan berjalan santai di area Dusun Bambu. Tidak dikejar apa pun. Tidak perlu mengejar apa pun.

Staycation yang Mengembalikan Energi

Dua hari satu malam di Dusun Bambu terasa cukup. Cukup untuk menyegarkan pikiran, merapikan perasaan, dan mengisi ulang energi yang sempat terkuras oleh rutinitas.






Buat saya, Dusun Bambu bukan sekadar tempat wisata di Bandung. Ini adalah ruang untuk hidup lebih pelan, walau hanya sebentar. Dan kadang, itu saja sudah lebih dari cukup.

Jika kamu sedang mencari tempat staycation yang bukan hanya nyaman secara fisik, tapi juga menenangkan secara mental, Dusun Bambu layak masuk daftar teratas.

Share: