Jan 26, 2020

Yang Ditunggu Kini Hadir, Baran Energy Siapkan EBT Sama dengan Rp. 1

Beberapa teman dan tetanggaku terkadang mengeluhkan kan tarif listrik yang cukup tinggi, apalagi setiap tahunnya dipastikan tarif listrik selalu naik. Di awal Januari 2020 sempat akan dinaikan tapi masih dipertimbangkan, meskipun masih dalam pertimbangan, sepertinya pasti dan akan dinaikan, entah kapan, tapi pasti. Karena yang sudah-sudah pun begitu. Begitulah yang jadi keresahan kita sebagai warga Indonesia akan tarif listrik yang tiap tahunnya naik.

Namun, kini kita engga perlu khawatir lagi lho bre, karena kita sudah bisa menikmati produk Baran Energy yang memanfaatkan sinar matahari untuk kebutuhan listrik kita.

Akhir tahun lalu aku sempat membahas mengenai hal yang satu ini. Dan kini akan kembali membahasnya, namun kali ini bahasnya bukan dari sisi si pembuatnya, melainkan dari wujud asli yang dibuat oleh Baran Energy.

Seperti apa sih wujud aslinya Baran Energy?


Para netizen pernah beropini akan kehadiran Baran Energy yang katanya penipuan, produknya enggak ada, namun nyatanya Victor Wirawan menjawab opini netizen dengan membuktikan dan memperlihatkannya mengenai bentuk asli produk Baran Energy.

Akupun sudah menyaksikan kebenarannya, karena salah satu PowerWall sudah terpasang apik di dinding rumah yang ada di The Leaf Boutique Resort, Ciawi - Bogor.


Ya, minggu lalu aku diboyong untuk menyaksikannya, kebutuhan listrik di rumah ini sudah full menggunakan energi terbarukan yakni Solar Panel yang dipasang di atap rumah dan energinya disalurkan ke Powerwall yang menempel di dinding rumah, meskipun tetap menempel sambungan PLN hanya untuk backup saja jika memang seharian full matahari tidak menampakkan sinarnya.

Menjelang sore, gerimis datang, sinar matahari pun tiada, lalu Victor Wirawan timnya menunjukan kepada kami untuk Tes PowerWall. Victor menunjukan monitor yang terpasang dengan angka 0kW dan daya tersimpan pada PowerWall 95%, kemudian ketika lampu dinyalakan, angka yang tadinya 0 kW berubah hingga menyalakan kolam renang, AC beserta peralatan lainnya yang harus hidup dan total keseluruhan ada di angka 2.2 kW. Sudah terbukti nyatanya PowerWall membuktikan kebenarannya, lampu menyala dengan sempurna tanpa adanya hambatan.


Jadi perhitungan mudahnya jika kapasitas 100% nya PowerWall 8 kW lalu kebutuhan satu rumah misalnya 2.2 kW, untuk mencapai 8 kW maka tinggal 8 kW dibagi 2.2 kW 3.6, jadi kekuatan PowerWall dapat menghidupi rumah selama 3,6 jam dengan catatan sinar matahari tidak hadir lagi, tapi jika sinar matahari terus menyala yaa pastinya akan lebih lama lagi rumah terus terang, apalagi kalau digunakan sesuai peruntukannya.

Nah begitulah perhitungan dari daya yang dipakai di rumah dengan energi pada PowerWall.

Ehh iya, bagi kamu yang belum tahu itu Baran Energy, aku jelasin sedikit ya.

Apa itu Baran Energy?

Baran merupakan Baby Unicorn Indonesia yng memberikan pengalaman baru dalam menggunakan EBT (Energi Baru Terbarukan) yang tidak ada sebelumnya dan dapat menghemat penggunaan listrik hingga 4x lebih murah.

Baran Energy dengan Baran Ecosystemnya menawarkan beberapa produk yakni Baran power untuk rumah atau perkantoran pribadi seperti Powerwall, Baran EV untuk Industri dan Baran Community yang diperuntukan pada kawasan property.

Saat ini Baran Energy mengembangkan energy system didalamnya terdiri dari modul-modul cell battery lithium. Salah satunya terdapat PowerWall dengan kapasitas mencapai 8 kWh. PowerWall ini memiliki bentuk seperti powerbank besar dengan ukuran 60*20*100cm seukuran televisi 32" berwarna putih yang terlihat cantik nan elegan sehingga pemasangan dapat di rumah, perkantoran, dengan menempelkannya ada dinding.

Spesifikasi Baran Energy PowerWall

• Max Capacity 8, 8 kWh
• Dimension p 60 x 20 x 100 cm
• Lithium Ion based battery cell (4000 cycle)
• Modular BMS (Battery Management System)
• Active cooling designed for tropical climate
• Full stack safety system (Short detection, inertia sensors, etc)
• Built in IOT system

Baran PowerWall juga dilengkapi dengan beberapa system instalasi yaitu Solar Panel, Solar Inverter dan Baterai Inverter.

Untuk harga dari Baran PowerWall yakni sekitar seratus jutaan dengan spesifikasi yang berbeda, untuk Baran Pakage Premium Rp. 234.000.000 sedangkan Baran Pakage Ekonomis Rp. 149.000.000 pastikan memilikinya dengan sesuaikan akam kebutuhan daya yang ada di rumah kita.

Nah, di atas telah dikatakan bahwa dengan penggunaan Baran PowerWall maka kita dapat menghemat penggunaan listrik 4x lebih murah dari tarif listrik yang kita gunakan, maksdunya seperti apa?

Penghitungannya seperti ini:
Biaya listrik + inflasi 20 tahun dibagi 4 =  range harga
Biaya listrik /bulan: Rp 900.000,
Biaya listrik/tahun: Rp 10.800.000
Biaya listrik 20 tahun: Rp 216.000.000
Biaya listrik 20 tahun + inflasi: Rp 1.006.766.743.

Dari yang kita hitung ini, didapat biaya listrik kita selama 20 tahun yakni Rp 1.006.766.743. Sementara harga Baran Package yang premium saja Rp 234.000.000, ini berarti 4x lebih murah dari biaya listrik yang kita keluarkan. Itu kalau dibandingkan dengan paket premium, belum lagi kalau dibandingkan dengan paket ekonomis (accelerate) yang  jauh lebih hemat, bahkan dengan kata lain listrik gratis kalau  tidak bisa di sebut Rp1.

Gimana? Mulai menarik kan, ya tentu. Malahan Masyarakat Indonesia dan pengembang property pun tertarik akan hadirnya PowerWall dari Baran Energy, dan saat ini Baran memproduksi PowerWall sesuai pesanan yang ada namun kedepannya Baran akan memproduksi PowerWall mulai dari 20 hingga 40 unit perharinya.


Tidak hanya itu, Victor Wirawan pun mengatakan bahwa peminat di kalangan Industri sudah ada dan pastinya Baran sudah menyiapkan Baran EV dengan produknya Baran PowerPack berkapasitas 96 kWh serta PowerCube dengan kapasitas 1 MW.

Dan lagi kedepannya pula Baran Property siap hadir, menyiapkan property untuk masyarakat urban yang sudah dilengkapi dengan Baran PowerWall.

Lalu, apa kamu juga ingin punya Powerwall yang satu ini supaya engga perlu khawatir lagi akan kenaikan tarif listrik yang tiap tahunnya selalu naik?

Kalau ingin memiliki PowerWall atau ingin mengetahui informasi lebih lengkapnya bisa cek web dan sosial media Baran Energy di bawah ini.
http://instagram.com/baranenergy
http://instagram.com/victorwirawan
http://baran-energy.com

Share:

Jan 18, 2020

Cerdas Antisipasi Penyakit Kritis untuk Hidup Bebas Khawatir

Senangnya hatiku bisa lompat dengan bebas, bagaimana dengan kamu? Bisa juga lompat dengan bebas tanpa bergikir banyak hal? Ya harusnya bisa juga. Tapi apa kabar kalau kita terserang Penyakit Kritis? Mudah-mudahan jauh dari kita apalagi kalau kita sudah menyiapkannya untuk mencegah terjadinya penyakit kritis.


Penyakit Kritis dan Bahaya Minuman Kekinian

Penyakit kritis semakin hari semakin bejibun, hingga ada penyakit-penyakit baru yang unik dan butuh diagnosis lebih lama, sampai-sampai ada juga penyakit yang belum ada obatnya, hmm.


Seperti informasi yang aku tahu dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Laurentius Aswin Pramono SpPD MEpid, ia mengatakan bahwa  Secara global, Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) mengkategorikan permasalahan kesehatan mencapai 68.000 jenis. Sebanyak 6.172 jenis merupakan penyakit langka.

Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan tersebut dan kita harus terus siaga terhadap kemunculan penyakit-penyakit baru.

Adapun sederet masalah kesehatan di Indonesia yang masuk dalam kategori penyakit kritis seperti stroke, jantung koroner, diabetes melitus, influenza dan pneumonia, tuberkulosis, penyakit paru-paru hingga gangguan hati.

Nah, kebanyakan dari kita berfikir bahwa penyakit-penyakit di atas biasanya menyerang masyarakat berumur misalnya 50 tahun keatas. Namun kenyataannya anak muda ataupun masayarakat mulai umur 18 tahun juga bisa mengalaminya.

Apalagi gaya hidup anak millenial kini yang cukup amburadul seperti konsumsi makanan atau minumn kekinian yang kalau dikonsumsi berlebihan bisa berdampak negatif untuk kesehatan dan bisa juga sampai mengalami penyakit kritis.

Sebagai contoh minuman yang lagi hits sekarang ini yakni minuman Boba. Dua minggu lalu kalau engga salah, aku coba membeli minuman kekinian ini, karena kata salah satu temanku boba yang aku beli merupakan minuman boba terenak dibanding yang lainnya, lalu kami berlima beli barengan dan meminumnya dengan santai, memang benar aku mengiyakan bahwa minuman boba yang aku minum beda banget, tapi setelah habis, kami berlima merasakan hal yang sama yaitu ngantuk, cukup aneh memang, tapi begitu kenyataannya. Lalu, gimana selnjutnya, entahlah.

Namun, sejak saat itu aku tidak berani lagi untuk konsumsi minuman boba.
Lalu akupun dapat info yang dilansir oleh detikhealth.com. Bahwa ternyata secangkir minuman boba bisa mengandung sekitar 18 sampai 20 sendok teh gula. Padahal, konsumsi gula yang dianjurkan per hari maksimal adalah 4 sendok makan.

Nah, jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman boba dan kopi kekinian dapat berisiko diabetes dan obesitas. Dan perlu kita tahu bahwa diabetes melitus merupakan ibu dari segala penyakit juga bisa meningkatkan risiko stroke dan jantung.

Serem juga ya.

Cara Cerdas Antisipasi Penyakit Kritis


Nah, dengan itu, untuk mencegah serta mengantisipasi pengakit kritis pada diri kita, maka ada hal yang harus kita lakukan, yakni Investasi kesehatan.

Investasi kesehatan pada diri kita yang paling mudah yaitu melakukan gaya hidup sehat.
Berikut gaya hidup sehat yng harus dilakukan sebagai Investasi Kesehatan.

1. Jaga Pola Makan
Mengubah pola makan dengan meningkatkan konsumsi serat seperti daging, ikan, buah dan sayur serta batasi asupan gula, garam dan minyak. Boleh konsumsi minuman dan makanan kekinian, tapi sesekali saja.

2. Istirahat yang cukup
Hindari bergadang dan maksimalkan waktu tidur supaya ada waktu untuk regenerasi sel-sel di dalam tubuh supaya penyakot tidak gampang menyerang. Lakukan tidur minimal 7-8 jam setiap malam supaya tubuh tetap segar dan bugar.

3. Olahraga
Hal ini menjadi dangat penting, meskipun kesibukan merajalela, olahraga tetap harus dilakukan, karena olahraga rutin bisa membantu terhindar dari penyakit. Bisa dengan olahraga ringan misalnya jalan santai, lari pagi, yoga atupun renang di akhir pekan.

4. Hindari kebiasaan buruk
Banyak kebiasaan buruk yang kita lakukan bisa jadi penyebab terjadinya penyakit kritis, seperti merokok, minum alkohol dsb. Jadi mari hindari kebiasaan buruk tersebut.

Selain gaya hidup sehat, investasi kesehatan lainnya yakni memiliki asuransi kesehatan salah satunya produk inovasi baru dari Prudential yakni PRUTotal Critical Protection dan PRUTotal Critical Protection Syariah yang memiliki pilihan manfaat komplit dan mantaat penting untuk mengcover kebutuhan biaya perawatan kesehatan penyakit kritis.

PRUTop dan PRUTop Syariah menjwab kebutuhan masyarakat dan nasabah Prudential akan penyakit kritis.

Kenapa harus memiliki asuransi PRUTop? Karena penyakit akan menyerang siapapun dan kapanpun tak memandang usia bahkan penyakit kritis seklipun. Lalu ketika terkena penyakit kritis siap-siap saja dengan biaya yang harus dikeluarkan sebagai pengobatan.

Dengan adanya PRUTop dan PRUTop Syariah, kita bisa bebas khawatir karena produk asuransi ini bisa mencover perlindungan kritis yang berfokus pada  perawatan, tindakan serta ketidakmampuan yang terjadi pada penderita.
Share: