Bercerita untuk Semangat yang Berbeda

Mar 30, 2018

Nikmati Kesegaran Hakiki dengan Ikut Sweat Challenge di Allianz Ecopark

with 2 comments
Sejuknya pagi ini aku berjalan menuju Allianz Ecopark di kawasan Ancol tetiba air hujan berjatuhan, ternyata gerimis datang, karena masih pagi jadi kubiarkan mereka membasahi rambut di kepala ini tapi takan kubiarkan gerimisnya menyentuh badanku alhasil ku berlari dan tiba di Allianz Ecopark.

Aku melihat orang-orang, tua muda sepertinya sedang asik bersenang-senang, ada yang menaiki arena flying fox, ada yang lagi asik di danau dengan mengayuh kendaraan berwarna kuning yang mengambang, ada pula yang memegang perut, sepertinya ia kekenyangan karena makanan yang telah dinikmatinya.

Ya, aku berada di Allianz Ecopark, tempat yang cukup hijau di kawasan Ancol, sejuknya udara ditempat ini membuat orang-orang senang dan menikmatinya. Tidak sekedar untuk berjalan-jalan, tapi juga bisa bermain, olahraga dan satu hal yang paling penting yaitu makan, yup banyak berbagai menu makan yang siap disantap cocok untuk pecinta kuliner.


Tapi bukan soal kuliner yang kini akan ku bahas, melainkan hal lain yang bisa menyehatkan tubuh tapi sekalian bersenang-senang, sebut saja Allianz Sweat Challenge.

Untuk mengisi minggu pagi, aku ikut tantangan keringat yang diselenggarakan Allianz di Allianz Ecopark. Allianz Sweat Challenge diadakan setiap dua minggu sekali dimulai dari bulan November 2017 dan akan berlanjut sampai Desember 2018. Tema untuk bulan Maret-April mengenai olahraga lari, hal ini cocok banget untuk aku yang suka lari dan beberapa kali ikut marathon, meskipun masih sebagai finisher tapi aku tetap suka olahraga yang satu ini, karena olahraga lari merupakan  olahraga yang mudah dilakukan, tinggal lari saja kan. ehh tapi jangan lari  dari kenyataan, berat. Banyak peserta dari berbagai kalangan, dari yang muda sampai tua juga ikut tantangan ini, ngga hanya yang pro dalam olahraga lari yang ikut, tapi juga yang pelari pemula juga mengikutinya.

Dalam tantangan ini, ada coach profesional yang memandu peserta dalam melakukan tantangannya namanya Paulus Pesurnay yang usianya tidak muda lagi yaitu 77 tahun tapi dari raganya ia masih segar bugar hingga bisa memandu dalam workshop Running For Beginer si Allianz Sweat Challenge. Untuk mengikuti rangkaian tantangannya tidak dikenakan biaya alias gratis, bukan hanya itu kamu juga berkesempatan mendapatkan doorprize jika kamu mengikuti setiap tantangannya lho. 

Mau ikut? Kamu bisa cek websitenya untuk melihat jadwal dan rangkaian tantangannya atau bisa tengok jadwal dibawah ini.



Workshop pun dimulai, semua peserta ambil bagian. Diawali dengan lari memutari cone selama 5 menit pertama, kemudian istirahat 2 menit untuk kesempatan mengistirahatkan kaki dan minum, lalu dilanjutkan dengan lari zig-zag selama 5 menit mengikuti cone yang sudah diatur oleh coach Paulus. Tiba-tiba hujan pun datang ga deras, Cuma gerimis tapi ngga manja juga, kami pun berkumpul dibawah tenda dan mengistirahatkan kaki. Setelah hujan cukup reda, Coach Paulus meminta peserta berkumpul dan dibagi 4 kelompok kemudian latihannya dilanjutkan dengan lari menyamping berpasangan dan bergantian selama 5 menit, lalu lanjut dengan lari menyilang secara bergantian pula.


Setelah sesi lari dilakukan, kemudian istirahat kembali selama 2 menit dan dilanjutkan dengan peregangan otot perut dan tangan mulai dari 100 kali Shit-Up dan Back-Up, terakhir ngga lupa dengan ritual pendinginan. Tahap demi tahap untuk workshop Running for Beginner mempunyai fungsi masing-masing mulai dari kekuatan kaki, kekuatan otot perut dan kekuatan otot tangan. Acara pun selesai dengan bergembira karena selain mendapatkan latihan yang bermanfaat, kami pun merasakan kesegaran setelahnya.



Sampai jumpa ditantangan minggu berikutnya, kamu harus ikut, beneran harus ikut. Hehe


Tak lupa kami pun menikmati fasilitas yang ada di Allianz Ecopark yaitu makan.

Mar 29, 2018

Potensi Berkembangnya Ekonomi Umat Islam di Zaman Now Melalui Filantropi Islam

with 12 comments
Islam menganjurkan seorang Muslim untuk berfilantropi agar harta kekayaan tidak hanya berputar di antara orang-orang kaya (QS. al-Hasyr: 7). 

Filantropi Islam meliputi Zakat, Infak, Wakaf dan Sedekah, namun yang akan aku bahas kini adalah Zakat dan Wakaf. Kenapa hanya Zakat dan Wakaf saja, tidak semuanya? Karena kedua hal ini tidak ada dalam konteks Agama lain melainkan hanya Islam saja yang memiliki konteks ini. Dan kedua konteks ini sudah ada pada zaman sejarah islam dulu  dan hasilnya juga masih tercatat hingga kini.

Kamu tahu dong apa itu Zakat? khususnya orang muslim, kalau disinggung mengenai Zakat pasti tahu lah, namun kebanyakan pemahamaman masyarakat lebih tahu zakat itu hanya Zakat Fitrah yang biasa ditunaikan saat Ramadan atau sebelum Idul Fitri, tapi apa kabar dengan Zakat Mal, zakat harta, zakat perniagaan, zakat peternakan dan lainnya yang juga wajib ditunaikan?

Karena perlu kita tahu, eh mungkin kamu juga sudah tahu sebenarnya bahwa zakat merupakan rukun islam yang ketiga setelah syahadat dan shalat, maka jika kita sudah diwajibkan untuk menunaikan zakat, namun kita tidak menunaikannya, bagaimana dengan keislaman kita? Nah lho patut dipertanyakan kan. 

Hmm, 

Nah itu mengenai zakat. Lalu soal wakaf pun, pemahaman masyarakat masih terbatas, karena banyak berpendapat bahwa wakaf itu hanya sebatas memberikan sebidang tanah yang diperuntukan untuk pembangunan masjid, pesantren ataupun kuburan, padahal sebenarnya ada wakaf produktif dimana yang diwakafkan seperti uang, asset, saham dan sebagainya untuk dikelola dalam hal produktif dimana hasil pengelolaannya disalurkan untuk menunjang aktifitas masyarakat.

Dan semua pemahaman diataspun baru aku ketahui setelah mengikuti Lokalatih selama tiga hari dari 27-29 Maret yang diselenggarakan oleh Bimas Islam di Royal Pajajaran Hotel - Bogor. Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah yang mengangkat tema "Semangat Zakat Wakaf Generasi Zaman Now Untuk Kebangkitan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia"

Acara ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf H. Muhammad Fuad Nasar, Sekertaris Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Drs. H Tarmizi Tohor, MA,  Peneliti Ekonomi Syariah Dr. Ascarya dan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Bahrul Hayat Ph. D. Hadir pula narasumber yang kompeten dibidang Digital Martketing seperti Tuhu Nugraha dan Ananto Pratikno juga perwakilan mahasiswa di Bogor dan Blogger.

Diawali oleh H. Muhammad Fuad Nasar yang menjelaskan mengenai Peluang dan Tantangan Zakat Wakaf kini dan mendatang dan ia menyatakan tujuan diadakannya acara ini.

Tujuan diadakannya Lokalatih ini yaitu demi meningkatkan masyarakat generasi zaman now dalam memahami ekonomi syariah di Indonesia, untuk pembentukan karatker generasi Z seperti pemahaman yang baik dalam ekonomi syariah, meningkatkan kesadaran berekonomi syariah juga melahirkan ide-ide dalam perekonomian syariah. 

Setiap kelompok sosial harus mengambil bagian masing-masing dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun kebanyakan masyarakat di zaman now justru tidak memperdulikan akan masa depan negara melainkan hanya peduli akan kepentingan dan masa depannya sendiri. Dengan begitu, dengan adanya lokalatih ini, berharap mahasiswa atau pun masyarakat yang paham mengenai zakat bisa menyampaikan bahwa zakat dan wakaf itu penting, dan dengan adanya zakat dan wakaf maka akan berakibat baik pada perkembakan ekonomi umat khususnya Islam.

Kemudian dilanjutkan oleh Drs. H. Tarmidzi Tohor, MA. menjelaskan mengenai Zakat dan Wakaf sebagai Lifestyle. Ia berharap bahwa dengan adanya sosialisasi lokalatih ini bermaksud supaya para mahasiswa dan siapapun yang hadir dalam acara ini bisa menjelaskan kepada masyarakat akibat dari adanya Zakat yang menjadi perbaikan ekonomi umat islam.

Tarmidzi pun mengatakan bahwa potensi pengembangan ekonomi terhadap penangkasan kemiskinan masyarakat Islam Indonesia dimana penduduk Islam di Indonesia yang mencapai 230 jiwa jika semuanya menunaikan zakat dan dibarengi dengan wakaf serta pengelolaan yang benar maka perbaikan ekonomi umat islam akan nyata.

Beberapa kali Tohor mengatakan bahwa dengan berzakat akan ada akibat dalam perbaikan ekonomi umat. Dan untuk diketahui, bahwa tugas Kementrian Agama dalam hal zakat dan wakaf adalah hanya untuk melakukan pembinaan dan pengawasan saja. Soal pengumpulannya dilakukan oleh Baznas atau Lembaga Zakat.

Kementrian Agama juga memulai membangun kampung Zakat dengan memiliki tujuan dalam 3 sektor, seperti sektor perbaikan ekonomi, perbaikan sosial dan perbaikan kehidupan agama.

Di hari kedua dalam lokalatih ini diisi oleh narasumber kece yang pakar dalam bidang Digital Marketing yaitu Tuhu Nugraha dan Ananto Pratikno. Saat sesi Tuhu, ia menjelaskan mengenai bagaimana teknik memviralkan sebuah konten dan karakteristik konten yang sebaiknya diviralkan seperti apa juga dalam pemanfaatan sosial media dalam memviralkan konten mengenai zakat dan wakaf ini. Lalu saat sesi Ananto Pratikno, ia lebih fokus menjelaskan mengenai teknik digital marketing itu sendiri juga cara menginformasikan zakat dan wakaf secara efektif di zaman kekinian. 

Ananto Pratikno juga menerangkan bahwa untuk membuat konten, buatlah konten dengan pesan yang tersampaikan, ada dua hal bisa menggunakan emosional atau humor, yang pasti segalanya harus sesuai dengan kebutuhan audience.

Kembali kepada pembahasan utama diatas yaitu filantropi islam, setelah membahas mengenai zakat, para narasumber juga menjelaskan apa itu wakaf dan bagaimana gabungan antara zakat dan wakaf bisa berpotensi dalam perkembangan ekonomi umat islam.

Secara mudahnya, zakat merupakan hal yang wajib ditunaikan sedangkan wakaf tidak. Ya, memang tidak wajib, tapi jika wakaf benar-benar dilaksanakan dan dikelola dengan baik maka potensi dalam perkembangan ekonomi umat islam sangat besar.

Diakhir acara, hadir Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag yang menjelaskan rincian potensi zakat dan wakaf untuk perkembangan ekonomi umat. Ia mengatakan bahwa jika semua umat muslim yang mencapai 87% penduduk di Indonesia dikumpulkan untuk menunaikan zakat, maka akan terkumpul hingga total 217 triliun per tahun.
Potensi Zakat di Indonesia berdasar hasil penelitian BAZNAZ-FEM IPB 2010. dok. Kemenag RI

Lalu, apa hubungannya zakat dan wakaf dengan generasi zaman now? nah ini, karena pemahaman masyarakat yang kurang mengenai kedua hal itu, kita sebagai umat muslim zaman now kudu turut membantu meluruskan dalam pemahamannya, bisa dengan cara menginformasikan kebenaran dan manfaat nyata dari keduanya melalui media sosial.

Peserta Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah. dok istimewa

Itulah paparan yang bisa aku sampaikan, mungkin kini aku baru bisa menginformasikannya saja mengenai filantropi islam ini, dan kedepannya mari kita sama-sama berkolaborasi dan bergotong-royong untuk mengembangkan revolusi serta rotasi zakat dan wakaf dengan memanfaatkan media sosial yang gratis karena yang sudah aku sampaikan dalam rangkuman lokalatih diatas bahwa Filantropi Islam ini sangat berpotensi pada perkembangan ekonomi umat islam di indonesia.

Baca juga :
Zakat dan wakaf sebagai lifestyle? Siapa takut!
Mendorong Kemajuan Ekonomi Syariah di Era Milenial
Potensi Zakat dan Wakaf


Mar 14, 2018

Perbedaan yang Menyatukan di Hari Musik Nasional

with 11 comments
Di Bumi ini, banyak hal yang berbeda dari setiap unsurnya, seperti perbedaan antara perempuan dan laki-laki yang dengan bedanya harus dipersatukan dalam suatu pernikahan, atau contoh lain seperti warna hitam dan putih, supaya bisa mendapatkan warna baru maka kudu disatukan yang hasilnya jadi abu. Dengan begitu perbedaan bukan hal masalah, justru dengan adanya perbedaan yang beragam membuat hidup ini tidak monoton atau jadi penuh warna, jiahhh

Mengenai perbedaan seperti ini baiknya aku tulis berpisah di postingan lain tapi yang sudah aku katakan diatas sepertinya kudu disatukan di dalam satu tulisan ini hehe 

Apalagi dengan banyaknya perbedaan atau beragamnya jenis musik yang ada di dunia ini juga kudu disatukan supaya kita tidak hanya mendengar yang itu-itu saja, melainkan bisa mendengar semuanya, semua jenis musik dalam satu.

Yang menyatukan berbagai genre musik itu ada di d'Hot Music Day 2018. Dalam memperingati hari musik nasional, detikcom dan detikhot membuat acara musik dengan nama d'Hot Music Day 2018 di Kuningan City Mall - Jakarta Selatan pada Jumat (. Acara yang menampilkan lebih dari 25 musisi di Indonesia ini dibuka untuk umum dan turut mengundang para mentri juga wakil gubernur DKI Jakarta dan dihadiri pula oleh kami para Socmed Agent detikcom.

Selain menampilkan 25 Musisi dengan berbagai genre musik dari musisi muda sampai yang ngga muda lagi (ngga tega kalau nulis bangotan), d'Hot Music Day 2018 juga disiarkan secara Live Streaming seharian nonstop dari jam 10:30 am - 10:30 pm, jadi yang ngga datang ke Kuningan City Mall juga bisa Streaming di kanal detikhot di rumah masing-masing atau kalau yang kerja di hari itu juga bisa melakukan streaming selepas kerjanya sekalian nunggu kereta lewat kan dari pada benging ngga karuan. 

Hi Friday
Sebagai pembuka, hadir musisi muda yang beranggotakan empat orang yaitu Bintang, Decky, Nico dan Seno yang tergabung dalam satu grup musik bernamakan Hi Friday. Mereka menampilkan tiga lagu yang salah satunya lagu yang cukup aku kenal yaitu Teenage Dream sebuah lagu milik Katty Perry. 

Ifi Alyssa
Dilanjutkan dengan penampilan dari Ifi Alyssa, personil BLINK yang dulunya masih unyu-unyu tapi kini ia masih unyu juga sih, dengan suara merdunya serasa aku mengudara terbang mengalun, Indah. Lalu ada Angela Vero, si cantik yang jangkung dengan suara apik dan menggelegar, kemudian ada Yacob Ferdinan sebagai penutup disesi pertama karena ada break untuk melaksanakan Shalat Jumat. FYI, Yacob Ferdinan ini merupakan penyanyi yang diproduseri oleh Virza yang kini si Virza juga hadir di d'Hot Music Day 2018.

Dengarkan Dia (Ditto dan Ayudia)
Waktu break selesai, kemudian semua penonton bergegas duduk dan siap menyaksikan penampilan selanjutnya. Di sesi kedua ada "Dengarkan Dia" dengan personilnya Ditto dan Ayudia Bing Slamet dengan menampilkan lagu dengan judul "Nurlela", "Bersenyawa" dan "Teman Tapi Menikah" sebagai soundtrack Film Teman Tapi Menikah yang juga tayang beberapa hari yang lalu di Bioskop. Selanjutknya ada Arman Maulana, ia bernyanyi solo tanpa ada embel-embel Band GIGI, dengan suara yang khasnya yang asyik, penampilan Armand tetap keren diatas panggung. 

Vidi Aldiano
Hadir pula penyanyi Solo dengan suara merdunya yaitu Vidi Aldiano yang menyanyikan tiga lagu yang ditutup dengan single "Definisi Bahagia", penonton pun ikut menikmati suaranya dan tak lupa untuk ikut bernyanyi bersama. Ada pula Nadia Fathira yang menyanyikan single "Go Away" dan "Lekas Pulang" yang pernah menjadi soundtrack dari film Radio Galau. Juga ada Ardito Pramono dengan pianonya menyanyikan lagu yang sungguh mengalun merdu, meskipun aku baru mendengarnya, tapi alunan piano dan suaranya serasa menenangkan pikiran saat menjelang sore. 

Di sesi selanjutnya ada Band Badai dengan menggaet Vokalis baru, meskipun vokalisnya baru, tapi lagu yang dinyanyikan masih lagu lama dan ia berhasil menyanyikan lagunya dengan sangat apik yang membuat kamu para penonton tidak jadi kecewa. Kemudian ada Novita Dewi yang menyanyikan single terbarunya dengan genre musik EDM membuat warna penyanyi perempuan jebolan pencarian bakat ini berbeda dari sebelumnya tapi tetap keren meskipun suaranya agak centil membahana. Lalu ada Volmax yang beranggotakan lima orang, yang personilnya mantan Band Ungu dengan tambahan vokalis perempuan yang membawakan lagu dengan genre EDM pula. Dilanjut dengan penampilan dari Adrian Khalif dengan genre musik Hip-Hop.

Fade 2 Black
Ngomongin genre musik Hip-Hop jadi inget aku kecil dulu, ehh bukan tapi saat aku duduk di bangku SMP, aku sering mendengarkan genre Musik Hip-Hop dan Rap karena selain asyik didengarkan, lirik dari genre musik kek gini sungguh jauh dari cerita FTV yang mengalun akan aroma cinta. Dan kali ini Fade 2 Black hadir dengan penyambutan yang meriahmembuatku dan para penonton lainnya ikut bernyanyi juga, ngga hanya itu, suasana yang awalnya hanya mendengarkan dengan seksama, kali ini Fade 2 Black berhasil membuat penonton melambaikan tangan ke kanan dan kiri tapi bukan kek penonton alay yang di sana yah hehe. Apalagi saat single "Dia" dan Medle dari albumnya dinyanyikan membuat kami bernyanyi asik.

Setiap musisi yang tampil, ada sesi cuap-cuapnya untuk mengungkapkan setiap harapan akan musik dan hak sebagai musisi di Indonesia, ada yang berharap adanya Undang-undang musik supaya diperketat akan peredarannya supaya tidak adanya musik ilegal yang menyebar luas, juga ada yang menginginkan status "Musisi" di KTP. Intinya harapan-harapan yang diutarakan berharap Musik di Indonesia terus maju dan saling menguntungkan setiap musisi maupun para pendengarnya.

Disesi terakhir yang dilakukan pada pukul 08:00 malam, ada Nonaria yang beranggotakan tiga orang perempuan yang bukan belia lagi tapi masih unyu-unyu dengan penampilan yang mengundang tawa tapi penuh warna karena selain pempilan yang ciamik, lagu-lagu yang dibawanya pun sungguh asik dengan single "Jemuran" juga "" sungguh judul dan lirik lagu yang sederhana tapi jarang kita pikirkan.

Jeng-jeng, malam yang cukup ceria karenan Nonaria, tapi juga ngga kalah seru karena ada The Overtunes dengan tiga personil yang ketiganya bersaudara membuat para penonton khususnya perempuan jadi senyum-senyum manis dan ikut bernyanyi. Lalu ada Virza dan Mulan Jamela ikut memeriahkan panggung d'Hot Music Day.

Selanjutnya ada Geng Ojol dan Eka Gustiwana dengan menyanyikan single "Jangan di Cancel". Geng Ojol yang beranggota empat personil yang kesehariannya masih aktif sebagai driver ojol dengan suara yang ngga kalah merdu. Apalagi pak Budi Karya Hamadi (Mentri Perhubungan), Bpk Hanif Dhakiri (Mentri Tenaga Kerja) dan Bpk Ganjar yang juga ikut gabung bersama Geng Ojol.
Geng Ojol feat Eka Gustiwana

Ehh iya, Om PMS yang tidak lagi muda tapi masih semangat dalam menyanyikan setiap lagunya, meskipun aku ngga ngerti dengan lagunya karena pada zamannya aku belum lahir, mungkin masih butiran cinta antara emak dan bapakku hehe. Dilanjutkan dengan Talkback yang mengiringi Bpk Anies Baswedan dan Bpk Budi untuk menyanyikan lagu "Laskar Pelangi". Lagi, pak Anies pun menyanyikan lagu "Munajat Cinta" dengan sangat asyik sehingga para penonton ikut bernyanyi bersama. Kemudian diakhir acara ada Nav + Dea, namun sayang karena aku kudu mengejar kereta, jadi aku pulang duluan, di kereta pun ngga sempat ikut menyaksikan streaminggnya karena hape udah sekarat.

Namun dengan keseluruhan performance para musisi di d'Hot Music Day 2018 membuat hatiku dan mungkin hati teman-teman yang menyaksikan terhibur. Yups, dengan adanya acara d'Hot Music Day 2018, kita ngga bisa munafik pada satu jenis musik apalagi yang ditampilkan juga cukup keren dan enak untuk didengar.

Hari telah gelap, mataku juga kian sembap, selamat malam dan selamat Hari Musik Nasional.

Mar 11, 2018

Muvon, Aplikasi yang Mengkonvergensi Media Digital Muhammadiyah

with 2 comments
Teknologi yang semakin berkembang di zaman ini sudah membludak, pemanfaatan dunia digital pun menjadikan masyarakat  mendapatkan informasi secara mudah. Sebagai contoh Google, dimana kita bisa bertanya apapun kepada google dengan mudah mulai dari A sampai Z sepertinya google bisa menjawabnya dan kita tinggal pilih jawaban yang kita inginkan yang disediakan oleh mesin pencari terbesar di dunia itu, namun apa yang kita cari di mesin pencari seperti Google terkadang informasinya membingungkan apalagi dengan banyaknya informasi hoax yang menjadikan kita untuk memilih mana yang benar ataupun salah.

Prof. H. Dadang Kahmad, M.Si
"Teknologi semakin canggih di zaman ini, banyak masyarakat juga santri sudah melek akan teknologi sering menanyakan berbagai hal yang mereka tidak tahu pada mesin pencari Google dibandingkan bertanya langsung pada guru atau ustadz" kata Prof. H. Dadang Kahmad, M.Si dalam sambutannya pada Sosialisasi di Kantor Pusat Muhammadiyah

Dengan begitu, Muhammadiyah memanfaatkan kasus seperti itu dengan meluncurkan berbagai media digital mulai dari TVMU, RadioMU, PasarMU dan masih banyak lagi yang menjadikan umat muslim Indonesia dengan mudah mendapatkan informasi yang jauh dari berita miring hingga media-media yang disediakan oleh Muhammadiyah pun menjadikan ladang dakwah dalam menyebarkan informasi keislaman.

Ngga hanya sampai disitu saja, berbagai media digital Muhammadiyah yang ada kini dikumpulkan dalam satu aplikasi sebagai konvergensi untuk memudahkan dalam penggunaannya. Wadah tersebut dinamakan Muvon Ekosistem.

Muvon dalam singkatan Muhammadiyah Vision merupakan aplikasi yang bisa diakses di smartphone yang dapat didownload melalui Playstore ataupun Appstore. Aplikasi yang cukup ringan ini sebagai wadah untuk mengumpulkan berbagai aplikasi usaha Muhammadiyah.

Pada Kamis (07/03), aku dan beberapa teman blogger hadir dalam "Sosialisasi Konvergensi Media dan Integrasi Digital Muvon Ekosistem di Lingkungan Muhammadiyah" di Kantor Pusat Muhammadiyah – Jakarta Pusat. Dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah beserta perwakilan Majelis Muhammadiyah di berbagai wilayah di Indonesia. 

Acara sosialisasi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran  oleh Ust Basyori, lantunan suara yang merdu menjadikan suasana ruangan menjadi hikmat. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan RI dan Mars Muhammadiyah yang diikuti oleh semua undangan.

Bapak Dadang juga menyatakan harapan dalam sambutannya, bahwa ia berharap dengan adanya aplikasi Muvon Ekosistem ini sebagai media dakwah dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dan dapat bermanfaat khususnya untuk masyarakat muslim di Indonesia.

Kemudian Bapak Eddy sebagai ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menjelaskan mengaenai aplikasi Muvon. Aplikasi Muvon terwujud atas kerjasama antara Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah dengan Digital Media Corp dan Digital Creative Asia. Adanya aplikasi Muvon ini dibuat oleh anak bangsa sebagai wujud untuk mengumpulkan media digital yang tergabung dalam ikatan Muhammadiyah.

Didalam aplikasi Muvon terdapat banyak aplikasi lainnya yang terintegrasi seperti TvMU, RadioMU, SembakoMU, SekolahMu dan lainnya hingga ada 30 layanan yang bisa kamu akses melalui satu aplikasi, dan kami para blogger langsung ikut mencoba menggunakan layanan yang ada dalam aplikasi ini, yaitu MuvonPay dan SembakoMU.

MuvonPay merupakan aplikasi dompet digital yang tersambung pada aplikasi paypro. Jika kamu sudah mempunyai akun paypro, maka kamu otomatis sudah bisa mengakses MuvonPay tanpa perlu registrasi lagi. Aplikasi ini bisa digunakan untuk melakukan transaksi pada layanan SembakoMU dan LazisMu. Pada sosialisasi ini kami menggunakan MuvonPay dengan membeli sembako di stand SembakoMu. Cara pembayarannya tinggal scan barcode yang disediakan oleh sembakomu dan jeng-jeng transaksi selesai, semudah membalikan telapak tangan kan hehe.

Transaksi menggunakan MuvonPay di SembakoMU. doc. akangdudi.wordpress.com
Saat menggunakan MuvonPay kemarin, kami mendapatkan double bonus, pertama mendapatkan tambahan saldo Rp. 10.000 saat topup minimal Rp. 20.000, kedua cashback Rp. 15.000 dengan minimal belanja di SembakoMU dengan menggunakan MuvonPay, proses cashback 1x24 jam. Senangnyaaa dapet double.

Pembagian device Muvon pada perwakilan Majelis
Acara ini ditutup dengan pembagian device Muvon kepada perwakilan setiap Majelis yang hadir. Device Muvon sebagai device costume yang didalamnya sudah terdapat banyak aplikasi yang terinegrasi layanan Muhammadiyah dan dapat diakses langsung sehingga tidak perlu lagi menginstal satu demi satu aplikasinya.

Ehh iya, rencananya acara sosialisasi Muvon akan dilaksanakan pula di Yogyakarta lho, kamu warga Muhammadiyah kudu hadir nih dalam sosialisasi ini. Selain untuk mendapatkan informasi mengenai aplikasi Muvon, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai promo yang akan dihadirkan pula. Seperti kita ini yang dapat double keuntungan dengan mengakses aplikasi Muvon dan aplikasi lainnya yang terintegrasi layanan media Muhammadiyah.

Mar 4, 2018

Mengenal Hukum Secara Asik di Kampung Hukum 2018

with 3 comments
Kampung Hukum 2018 - JCC Senayan
Mahkamah Agung menggelar Kampung Hukum pada kamis (01/03) yang diadakan di JCC Senayan - Jakarta. Dengan tema membangun kesadaran bermedia sosial secara cerdas dan bertanggung jawab bermaksud untuk menyadarkan masyarakat dalam bermedia sosial supaya sadar hukum.

Hatta Ali, Ketua Mahkamah Agung. dok. merdeka.com
Begitupun yang disampaikan Ketua MA, Hatta Ali dalam sambutannya bahwa "Melalui tema tersebut yang merupakan tanggung jawab sebagai bagian dari institusi negara dalam menciptakan masyarakat yang sadar dan taat hukum di era teknologi informasi ini."

Dalam pameran yang diadakan oleh Mahkamah Agung, ada banyak undangan juga pengunjung mulai dari jajaran kementrian, siswa SMA, mahasiswa, masyarakat juga media. Setelah sambutan selesai, para pengunjung dan undangan berkeliling mengunjungi stand - stand yang diawali oleh Ketua Mahkamah Agung dan jajaranannya. Stand pertama yang dikunjungi mulai dari Stand BNI Syariah, lalu stand Komisi Yudisial, Mabes Polri hingga total 12 stand dikunjungi.

Hatta Ali menuliskan sesuatu di frame yang ada di stand Badan Pengawas Mahkamah Agung
dok. mahkamahagung.go.id
Badan Pengawas harus selalu aktif melakukan pengawasan tanpa pandang bulu
Banyak hal menarik dan mengedukasi di setiap stand nya, sehingga kita yang ngga melek hukum tapi ingin tahu dunia hukum rasanya pameran ini merupakan cara yang asik untuk kita semua nikmati. Kenapa tidak, karena kita bisa dibuat asik dengan hampir semua stand yang memberikan kuis dan kalau menyelesaikan tantangan dari setiap kuis yang diberikan, maka kita bisa mendapatkan hadiah yang menarik juga.

Acara ini makin seru dan asik setelah salah satu Band hadir di panggung. Dengan vokalisnya seorang perempuan yang bisa menirukan banyak suara penyanyi perempuan mulai dari suara Syahrini, Momo Geisha, Fatin, Krisdayanti hingga suara menggelegarnya Cheline Dion yang membuat para pengunjung menganga menonton aksinya.



Dimeriahkan juga dengan pertunjukan seni tari jepang dengan goyangan yang aduhai membuat panggung menjadi semakin ramai dan pengunjungpun terus berdatangan. Selain itu ada Band yang mengaransemen banyak lagu dengan harmonisasi yang keren, penampilan yang apik dan ciamik membuat para pengunjung menikmati alunannya.

Tak lupa pula, diakhir acara panitia mengumumkan pemenang dari lomba meme dan lomba video yang diselenggarakan seminggu sebelum pameran dimulai. 

Acara yang menarik, asik dan ciamik seperti ini kudunya ngga cuma sehari, kalau bisa seminggu penuh hehe. Tapi mudah-mudahan tahun depan Kampung Hukum ada lagi dan terus ada lagi hingga semua masyarakat Indonesia sadar akan hukum dalam menyebarkan informasi melalui media sosial.

#Follower