Bercerita untuk Semangat yang Berbeda

Sep 21, 2010

Camp and meteor

with 0 Comment
Two months ago, in holiday school, I and my friend went to a place. My friend and I installed camp for we to sleep.
  
Afternoon came, we did one thing that was very boring, so I, my friend, and anyone who follow felt bored, because someone guided our game, his face is very bored. But god to spoke other. So condition in a place to change for rain that was very heavy rain. With that, we carry together all camp to aula that neighbouring with a place we camped.
  
Dripping wet due to the rain, no problem, that important game so finish, so my feeling is happy delicesy violent rain.
  
Evening came automatic we slept. And than when two o’clock in the morning, me to get up to see the condition a camping place. when I saw condition a camping place, I saw three of my friends who saw a star together. When I sat near with them and I saw meteorit so first my friend prayed to the god as “ yaa Allah, give me BMW”

By saying that, I laughed because his talk or pray is same as Qamarujaman who there in comic Qamarujaman, so that will be memory that will not be forget by me.

Sep 9, 2010

Hari Raya Idul Fitri

with 0 Comment
MERAYAKAN Hari Raya Idul Fitri bagi kita sudah merupakan tradisi keagamaan yang membudaya. Idul Fitri, yang juga sering disebut Lebaran, adalah hari raya memperingati kembalinya manusia kepada fitrahnya. Fitrah adalah watak dasar kemanusiaan. Fitrah ini membuat manusia secara kodrati cenderung kepada kebenaran.

Dengan telah berakhirnya menjalankan ibadah puasa, berarti kita sudah memenangkan perang melawan hawa nafsu. “Minal ‘aidin wal faizin”, selalu diucapkan di hari raya itu. Artinya, semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dan yang menang.

Hari Raya Lebaran disambut dengan penuh ceria. Busana baru, sepatu baru dan segalanya serba baru. Dan kadang berlebihan, rambut pun ditata dengan mode baru.
Sejauh batas-batas kewajaan, hal tersebut merupakan materialisasi dari pada ekspresi jiwa atau manifestasi lahiriyah seorang yang kembali kepada fitrahnya dan berhasil menyelesaikan ibadahnya. Ini menunjukkan betapa nilai-nilai keagamaan telah diberi warna kultural, sehingga Hari Raya Lebaran ini sudah “culturalized” dalam masyarakat kita.

Kegembiraan dengan penampilan yang lain dari biasanya di hari lebaran ini merupakan suatu kesempatan berhibur diri bersama masyarakat yang merayakannya. Tapi jangan sampai maknanya jadi berubah. Tidak boleh berlebihan dan memaksakan diri. Karena akan menjadikannya suatu kesulitan bagi dirinya. Misalnya, sampai terpaksa harus berhutang ke sana ke mari untuk mengada-adakan kebutuhan secara berlebihan. Ini justru bertentangan dengan makna Idul Fitri itu sendiri.

Ada kalanya orang segan  keluar rumah di hari besar itu dikarenakan tidak berpakaian baru. Bahkan ada seorang yang kebetulan nasibnya kurang beruntung dibandingkan dengan saudara-saudaranya, enggan datang bersilaturahmi, sungkem kepada orangtuanya. Ia malu oleh saudara-saudaranya itu. Betapa ia terbelenggu oleh sikap dan interpretasi yang salah dari makna lebaran yang sesungguhnya.

sumber : http://abdaz.wordpress.com

Mudik

with 0 Comment
Mudik lebaran lebih merupakan respon terhadap kondisi kultural yang menyelimutinya. Bagi mereka, mudik merupakan upaya mengatasi keterasingan melalui ungkapan-ungkapan simbolik keagamaan, seperti silaturahmi, meminta dan memberi maaf, atau juga memberi hadiah.

Bagi mereka yang penting adalah kebersamaan, sehingga mereka tidak merasa terasing, tetapi merasa berada dalam kebersamaan dengan yang lainnya,  yaitu dalam suasana kekeluargaan dan dalam komunitas yang penuh perasaan solidaritas sosial seperti yang mereka rindukan.
Kebersamaan, keakraban, dan kegembiraan yang diliputi oleh suasana damai hari raya Idul Fitri akan menguatkan kembali identitas diri yang telah memugar dalam kehidupan urban. Dan hal itu sangat mereka perlukan.

Tidak berlebihan, kalau dikatakan mudik lebaran ini sebagai reaksi yang wajar terhadap keterasingan manusia modern untuk menemukan kembali jatidirinya.

Tapi untuk diriku mudik nggak penting banget gitu loch,, soalnya mau apa coba mudik yang mungkit akan ngabisin ongkos, Puyeng di perjalanan yang jadinya batal puasa, yach nggak penting bagiku, soalnya nggak punya duit untuk mudiknye heeeeee..... Tapi kalo punya duit juga, buat apa coba mudik... ach... basi kayak makanan dach kelamaan nggak dimakan.

coba lihat fotonya ich seremmmm
ech maaf tuk semua yang merasa fotony di edit,,,
heeee. maafin Q yach...
soalnya Q kurang seneng ma orang yang mudik....
hati-hati di perjalanan,,,,,,,,,,,,,

Selamat mudik. Selamat lebaran. Mohon Maaf lahir batin.

BUBAR

with 0 Comment
Bubar>>> Buka Bersama Puasa Ramadhan ternyata sudah menjadi tradisi dan budaya bernuansa religius sepanjang Bulan Ramadhan. Entah dimulai dari kapan, tradisi buka bersama sudah menjadi kebiasaan sekelompok masyarakat dengan berbagai latar belakang profesi, dinas, instansi swasta, perorangan, partai politik, hingga Presiden pun menjalankan Buka Bersama. Bukan hanya Presiden SBY, Presiden Obama pun menggelar acara Buka Puasa Ramadhan Bersama di Gedung Putih beberapa waktu lalu sambil menegaskan dukungannya tentang pembangunan Mega Mosque Dekat Ground Zero....

Tapi Q paling nggak mau di bulan ramadhan ini yach itu Buka Bersama, kenapa Q sendiri nggak mau kalo ada orang yang ngajak Q tuk buka bersama uch paling ogah dech,

Ngabuburit

with 0 Comment
Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit berarti ngalantung ngadagoan burit haha,,,,,, yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Kata ngabuburit dibentuk dari kata dasar “burit” yang memperoleh proses reduplikasi dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan penambahan prefiks nga- (imbuhan bahasa Sunda) yang membentuk kata kerja. Kata dasarnya sendiri, yaitu “burit” sebetulnya tidak ada hubungannya dengan puasa (“burit” berarti sore). Artinya, pada awalnya kegiatan ngabuburit tidak harus pada bulan Puasa saja. Dugaan saya, karena istilah ngabuburit lebih sering dan lebih banyak digunakan dan dilakukan orang pada bulan Puasa sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka, akhirnya pemaknaan ngabuburit menyempit dan dipahami sebagai menunggu saatnya buka puasa. Pengertian itu sejalan dengan makna ngabuburit yang tercantum dalam Ensiklopedia Sunda: menunggu saat berbuka puasa sambil mengerjakan sesuatu atau bermain-main, berjalan-jalan sekadar melupakan perut lapar sampai magrib.
Wduh kayakny serius banget kata2nya,,,

Lanjut>>>>

Setelah tadasrusan semalaman, dzikir seharian, puasa diterik mentari, anak anak kecil biasanya sudah sangat menderita disore hari, dan mereka akan rewel minta izin segera berbuka walaupun belum adzan. Untuk mengalihkan perhatian anak-anak ini dari prnderitaan mereka, diadakanlah kegiatan ngabuburit ini. sambil menanti adzan maghrib, Berbagai kegiatan bisa dilakukan : ada yang senang olah raga : badminton atau sekedar bermain bola..sekarang banyak yang futsal, pingpong..  Ketika kecil tinggal di Bandung, pembantu kami suka mengajak saya kepasar untuk ngabuburit…Anak2 perempuan biasa bermain karet atau bola bekel yang sekarang sangat jarang ditemui. Dan, satu permainan yang identik dengan Ramadhan adalah congklak..suatu permainamn yang sangat mengasyikan, namun juga sudah sangat sulit sitemui.

Dan, nampaknya ngabuburit ini sekarang tidak hanya dilakukan di Jawa Barat saja, saya lihat di TV di daerah lainpun banyak yang melakukan ngabuburit..Dan, kalau dulu ngabuburit ini dilakukan untuk mrndidik anak-anak berpuasa, nampaknya sekarang remaja bahkan orang tuapun banyak yang ngabuburit..

Yach inilah Tiga anak yang memakai baju koko (baju muslim pria) sedang ngabuburit (kegiatan jalan-jalan sambil menunggu buka puasa) yach apa yang sudah aku jelas kan di atas,, ne lagi ngabuburit,,, tiga anak ini riang gembira bermain di gerbong kereta api,, yang itulah anak jaman sekarang Ngabuburit sudah jadi hal yang biasa dilakukan oleh semua orang islam...
dach ah kata-katanya udah nggak singkron lagi,,,

Selamat berpuasa saudara-saudaraku semua… Ngabuburit yik…!

#Follower